Di Tengah Kemerosotan Moral
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
Berhimpun Semua
(KJ 15 : 1-2)
Berhimpun semua menghadap Tuhan
Dan pujilah Dia, Pemurah benar.
Berakhirlah segala pergumulan,
Diganti kedamaian yang besar.
Berdoa dan jaga supaya jangan
Penggoda merugikan jiwamu
Di dunia tegaklah kemenangan
Dan dasarnya imanmu yang teguh.
Pembacaan Mazmur 6
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Mikha 7: 1-7
Perjanjian Baru : Wahyu 2: 1-7
Renungan
Hidup adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan godaan dan tantangan. Apa yang sekarang ini tampak baik, bisa saja mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu yang ada. Termasuk sikap dan keberadaan diri manusia. Tak selalu manusia itu berjalan dalam jalan kehidupan yang baik. Kadang tanpa disadari manusia melakukan hal-hal yang jauh dari kehendak Tuhan. Itulah yang terjadi dalam diri umat Allah di jaman nabi Mikha. Sekalipun mereka menyandang status sebagai umat kepunyaan Allah, hidup mereka tidak selamanya berjalan dalam keadaan yang baik. Mereka tak luput dari godaan dan rintangan.
Kitab Mikha 7: 1-7 menggambarkan bagaimana kehidupan umat Israel mengalami kemerosotan moral yang sedemikian rupa. Tak ada lagi yang berlaku saleh dalam hidup mereka, tak ada yang jujur di antara mereka, semua berlomba untuk mengalahkan satu dengan yang lain. Tangan mereka terampil dalam melakukan kejahatan, pemuka masyarakat menutut, hakim dapat disuap, para pembesar hanya mengikuti kehendak hatinya, dan hukum diputarbalikkan. Sebuah gambaran keadaan hidup di mana tidak ada lagi kebenaran, kebaikan, dan kehendak Allah yang menjadi pandu dalam hidup mereka. Semua bertindak sekehendak hatinya dan mengikuti hawa nafsunya, sehingga tidak ada lagi orang yang dapat dipercaya sebagai teman. Bahkan orang-orang yang tinggal dalam satu rumah pun tidak hidup dalam perdamaian satu dengan yang lain.
Di tengah kehidupan yang seperti itu apa yang semestinya umat Allah lakukan? Jika kita mengacu pada keteladanan Mikha, maka di tengah situasi hidup yang demikian itu, kita harus berusaha untuk tetap menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan Allah sebagai penyelamat dalam kehidupan kita. Hal ini berarti bahwa ketika situasi hidup kita dikelilingi dengan kemerosotan moral yang sedemikian parah, maka kita tidak boleh larut dalam gelombang kemerosotan tersebut. Kita justru dipanggil untuk bertahan dalam kesalehan dan menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah. Kita harus semakin memperkuat hubungan kita dengan Tuhan. Jangan sampai gelombang kemerosotan moral justru menyeret kita ke dalamnya dan menjadikan kita jauh dari hidup yang dikehendaki Allah. Kita harus tekun berjuang untuk mempertahankan kehidupan moral yang dikehendaki Allah, sekalipun orang lain di sekitar kita menunjukkan pola kehidupan yang berbeda. Sebab, sebagai firman-Nya dalam kitab Wahyu 2:7.b. mengatakan, “Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” Tuhan memberkati, Amin.
Doa Syafaat dan Penutup
Berdoalah agar pemerintah menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi setiap siswa yang ada di pelosok negeri Indonesia ini.
Nyanyian Penutup
Yesus Menginginkan Daku
(KJ 424:1-3)
Yesus menginginkan daku
Bersinar bagiNya.
Di mana pun ‘ku berada,
‘Ku mengenangkan-Nya.
Refrein:
Bersinar, bersinar;
Itulah kehendak Yesus;
Bersinar, bersinar,
Aku bersinar terus.
Yesus menginginkan daku
Menolong orang lain,
Manis dan sopan selalu,
Ketika ‘ku bermain.
Kumohon Yesus menolong
Menjaga hatiku,
Agar bersih dan bersinar
Meniru Tuhanku.

Komentar Anda