Kuasai Diri dan Jadilah Tenang

NYANYIAN PEMBUKA
KJ 026 – MAMPIRLAH, DENGAR DOAKU
Syair: Pass Me Not, O Gentle Saviour, Fanny J. Crosby, 1868
Terjemahan: E. L. Pohan, 1975
Lagu: William Howard Doane, 1870
 
Mampirlah, dengar doaku, Yesus Penebus.
Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
Refrein:
Yesus, Tuhan, dengar doaku;
orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
 
Di hadapan takhta rahmat aku menyembah,
tunduk dalam penyesalan. Tuhan, tolonglah! Refrein:

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

1 PETRUS 4:7-11

 

RENUNGAN

Seberapa sering Saudara memeriksa ponsel, membaca berita dan aktifitas media sosial? Kita hidup di era di mana pikiran manusia tidak pernah benar-benar berhenti – selalu ada notifikasi, berita, kekhawatiran baru yang selalu siap mengambil alih ruang kepala kita. Kita sibuk, reaktif, ramai, juga bisa stress. Badai pikiran dan keresahan tak terbendung, sulit untuk jadi tenang.

Petrus menulis surat kepada jemaat-jemaat yang sedang menghadapi “badai”: penganiayaan, dikucilkan, dan ketakutan akan akhir zaman. Petrus memberikan nasihat “Kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa”. Menguasai diri bermakna tetap memiliki pikiran yang sehat. Tidak menunjukkan emosi yang meluap-luap dan salah bertindak. Sedangkan jadilah tenang berarti sadar penuh – bebas dari kepanikan. Petrus tahu bahwa kekacauan eksternal tidak boleh direspon dengan kekacauan internal (pikiran dan hati). Ini penting, supaya kita dapat berdoa. Ketika pikiran tidak dikuasai, doa hanya berisi keputusasaan, bukan iman.

Di zaman yang maju dan serba cepat reaktif dan penuh distraksi, orang yang tenang adalah hal yang langka. Tuhan memanggil kita menjadi orang-orang yang pikirannya tidak dikuasai ketakutan namun ketenangan dengan menyerahkan diri penuh pada-Nya. Dengan berdoa kita memiliki navigasi hidup yang berasal dari Tuhan. Badai ketakutan bisa menghampiri, namun menguasai diri – menjadi tenang dan bisa berdoa – menolong kita untuk tetap memiliki pikiran dan batin yang sehat. Selain itu kita juga dimampukan untuk tetap mengasihi dan melayani sesama, meski keadaanya tidak ideal. Amin.

 

DOA SYAFAAT

  • Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
  • Gereja yang peduli dan menyatu dengan masyarakat
  • Peperangan dan konflik antar bangsa segera berakhir serta terwujud damai sejahtera
     

NYANYIAN PENUTUP
KJ 364 – BERSERAH KEPADA YESUS
Syair: All to Jesus I Surrender / I Surrender All, Judson W. van Deventer, 1896,
Terjemahan: Yamuger, 1975,
Lagu: Winfield S. Weeden, 1896
 
Berserah kepada Yesus tubuh, roh, dan jiwaku;
kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.
Refrein:
Aku berserah, aku berserah;
kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!
 
Berserah kepada Yesus di kakiNya ‘ku sujud.
Nikmat dunia kutinggalkan; Tuhan, t’rima anakMu! Refrein:
 
Berserah kepada Yesus aku jadi milikMu.
B’rilah RohMu meyakinkan bahwa Kau pun milikku! Refrein:

 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga