Tuhan Berdaulat, Manusia Dipanggil Untuk Bertobat dan Taat
SAAT TEDUH
PUJIAN PEMBUKA
KJ 362 – Aku MilikMu, Yesus, Tuhanku
Oh Aku milikMu, Yesus, Tuhanku; kudengar suaraMu.
‘Ku merindukan datang mendekat dan diraih olehMu.
Reff:
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu. Raih
Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.
Aku hambaMu, Kausucikanlah oleh kasih kurnia,
hingga jiwaku memegang teguh kehendakMu yang mulia.
PEMBACAAN KITAB MAZMUR 2
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
DOA PEMBUKA DAN FIRMAN
PEMBACAAN ALKITAB
1 Raj. 21: 20-29, Mrk. 9: 9-13
RENUNGAN
“Tuhan Berdaulat, Manusia Dipanggil untuk Bertobat dan Taat”
Tema ini menegaskan bahwa Allah adalah Raja yang berdaulat atas sejarah dan kehidupan, namun Ia tetap memberi ruang bagi manusia untuk merespons kedaulatan-Nya dengan kerendahan hati, pertobatan, dan ketaatan.
Sering kali manusia merasa memiliki kuasa penuh atas hidupnya: atas keputusan, jabatan, dan masa depan. Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa di balik segala rencana dan ambisi manusia, Tuhan tetap berdaulat. Kedaulatan Allah bukan untuk menindas manusia, melainkan untuk memanggil manusia kembali ke jalan yang benar—jalan pertobatan dan ketaatan.
Allah adalah Raja yang Berdaulat (Mazmur 2)
Mazmur 2 menggambarkan bangsa-bangsa yang memberontak terhadap Tuhan. Mereka merasa mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah. Namun pemazmur menegaskan bahwa Tuhan yang bersemayam di sorga tidak terguncang. Ia tetap Raja yang menetapkan kehendak-Nya.
Firman ini mengingatkan kita bahwa: Tidak ada kuasa manusia yang melampaui Allah dan hidup yang bijaksana adalah hidup yang tunduk kepada-Nya. Berbahagia orang yang berlindung kepada Tuhan
Pertobatan yang Merendahkan Diri di Hadapan Allah (1 Raja-raja 21:20–29)
Raja Ahab adalah gambaran manusia yang menyalahgunakan kuasa. Ia melakukan kejahatan dan menolak kebenaran. Namun ketika ia ditegur keras oleh firman Tuhan melalui nabi Elia, Ahab merendahkan diri, berpuasa, dan bertobat.
Yang menggetarkan adalah sikap Allah: Allah melihat pertobatan yang tulus, hukuman ditangguhkan karena kerendahan hati dan Kasih karunia tetap bekerja bahkan bagi orang yang pernah jatuh jauh.
Ini menunjukkan bahwa kedaulatan Allah selalu berjalan bersama belas kasihan-Nya.
Jalan Ketaatan Tidak Selalu Mudah (Markus 9:9–13)
Yesus mengingatkan murid-murid bahwa Elia memang harus datang lebih dahulu, namun ia mengalami penderitaan. Hal ini menunjuk bahwa kehendak Allah sering digenapi melalui jalan yang tidak mudah, bahkan melalui penderitaan.
Ketaatan kepada Allah: Tidak selalu membawa kenyamanan dan kadang menuntut kesetiaan dalam kesalahpahaman. Namun selalu berada dalam rencana Allah yang besar.
Firman Tuhan mengajak kita merenung:
- Apakah aku sungguh mengakui Allah sebagai Raja atas hidupku?
- Apakah aku berani merendahkan diri dan bertobat ketika ditegur oleh firman Tuhan?
- Apakah aku tetap setia dan taat meski jalan iman terasa berat?
Hidup beriman bukan tentang mengendalikan Tuhan, melainkan berserah kepada kedaulatan-Nya.
Allah adalah Raja yang berdaulat atas dunia dan hidup kita. Namun Ia bukan Raja yang jauh dan keras, melainkan Allah yang memberi kesempatan untuk bertobat dan hidup dalam ketaatan. Kiranya kita belajar tunduk kepada-Nya, merendahkan diri di hadapan firman-Nya, dan setia berjalan dalam kehendak-Nya—apa pun jalan yang harus kita tempuh.
“Berbahagialah semua orang yang berlindung kepada-Nya.” (Mazmur 2)
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang berbagi bercerita
NYANYIAN PENUTUP
KJ 362 – Aku MilikMu, Yesus, Tuhanku
Sungguh indahnya walau sejenak besertaMu, Allahku;
dalam doaku sungguh akrabnya bersekutu denganMu.
Reff:
Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu. Raih
Daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.
Dalam dunia tak seutuhnya kupahami kasihMu,

Komentar Anda