Tidak Tawar Hati

NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 244 – SEJENAK AKU MENOLEH
Syair dan lagu: Pontas Purba, 1991
 
Sejenak aku menoleh
pada jalan yang t’lah kutempuh.
Kasih Tuhan kuperoleh,
membuatku tertegun.
Jalan itu penuh liku,
kadang-kadang tanpa t’rang.
Tapi Tuhan membimbingku
hingga aku tercengang.
Kasih Tuhan membimbingku
dan hatiku pun tenang.
 
Bukan kar’na aku baik
dipegangNya tanganku erat.
Bukan pula orang laik,
hingga aku didekap.
O, betapa aku heran,
dilimpahkan yang terbaik.
Dengan apa kunyatakan
kasih Tuhan yang ajaib?
Kulakukan, kusebarkan
kasih Tuhan yang ajaib.

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

2 KORINTUS 4:16-18

 

RENUNGAN

Tawar hati adalah sebuah kondisi emosional saat seseorang kehilangan semangat, gairah, motivasi atau harapan. Hal itu bisa terjadi karena kekecewaan, kelelahan, kegagalan atau beban hidup yang terasa berat. Tawar hati bisa menjadi ancaman bagi siapapun. Seseorang bisa tawar hati dalam pekerjaannya, karena merasa usaha dan kerja kerasnya selama ini tidak dihargai oleh rekan kerjanya. Seorang anak bisa tawar hati karena merasa orang tuanya tidak lagi mendampingi dan memperhatikannya. Seorang lanjut usia bisa tawar hati karena kelemahan tubuh dan pengobatan yang tak kunjung selesai. Seorang pelayan mengalami tawar hati karena selalu berjumpa dengan keadaan dan orang yang sulit.

Kata Paulus “Sebab itu kami tidak tawar hati…”. Kalimat ini menjadi bagian di mana Paulus memberikan pastoral yang menguatkan kepada jemaat di Korintus. Paulus menggambarkan dirinya mengalami kelemahan fisik, harus mengalami kesulitan seperti dipenjara, menderita didera oleh karena pemberitaan Injil. Namun Paulus melihat secara iman bahwa hidupnya selalu diperbaharui dan dikuatkan oleh Allah. Di saat-saat lemah, Paulus merasakan kekuatan dari Allah. Di sisi lain Paulus memandang pendetaan yang dialami di dunia tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang kelak akan diterima di kehidupan selanjutnya. Bagi Paulus apa yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal. Yang tidak kelihatan ini adalah ketaatan untuk terus beriman kepada Allah. Dampaknya tidak menjadi tawar hati – masih memiliki sukacita meski keadaan tidak ideal, masih dikuatkan oleh iman, masih bisa bersyukur meski keadaan tidak pasti.

Tahun 2025 tinggal 2 hari lagi. Mari kita menengok kembali perjalanan hidup kita di waktu yang lalu. Mungkin banyak peristiwa dan pengalaman yang bisa menjatuhkan asa, namun kita bersyukur masih berdiri hingga saat ini. Kita merasa ada keadaan yang tidak sempurna, namun kita masih terus memilih untuk percaya kepada Tuhan. Oleh karena itu, kita kelak akan memasuki tahun 2026 dengan tidak tawar hati, namun semangat, gairah dan tujuan hidup yang selalu dibakar oleh kasih Allah. Masih dan akan terus berpengharapan. Amin.

 

 

DOA SYAFAAT

  • Gereja yang peduli dan menyatu dengan masyarakat.

 

NYANYIAN PENUTUP
KJ 413 – TUHAN, PIMPIN ANAKMU
Syair dan lagu: Lead Me, Saviour, Lest I Stray, Frank M. Davis (1839 – 1896),
Terjemahan: E. L. Pohan Shn.
 
Tuhan, pimpin anakMu,
agar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru,
bila Kau tetap dekat.
Refrein:
Tuhan, pimpin!
Arus hidup menderas;
agar jangan ‘ku sesat,
pegang tanganku erat.
 
Hanya Dikau sajalah
Perlindungan yang teguh.
Bila hidup menekan,
Kau harapanku penuh.
Sampai akhir hidupku,
Tuhan, pimpin ‘ku terus.
K’lak kupuji, kusembah
Kau Tuhanku Penebus.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga