Sudahkah Kita Meminta Petunjuk Tuhan?
Saat teduh
Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya
Nyanyian Umat
KJ 406 “Ya Tuhan, Bimbing Aku“
Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku,
sehingga ‘ku selalu bersama-Mu.
Engganlah ‘ku melangkah setapak pun,
‘pabila Kau tak ada di sampingku.
Dan bila tak kurasa kuasa-Mu,
Engkau senantiasa di sampingku.
Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku,
sehingga ‘ku selalu bersama-Mu.
Bacaan I: Yosua 3.1-17
Pesan yang penting dalam perikop ini
Yosua merupakan kitab yang menceritakan peralihan kepemimpinan Israel dari Musa ke Yosua. Pasal 3 ini menggambarkan upaya bangsa Israel menyebrangi Sungai Yordan. Tentu ini mengingatkan kita pada bagaimana Musa memimpin Israel melakukan hal serupa. Kali ini, dengan pemimpin yang berbeda, suasananya juga lain. Saat Sungai Yordan sedang meluap, mustahil menyebranginya, apalagi dalam jumlah yang sangat banyak, yakni jutaan orang. Akan tetapi berkat pertolongan Allah, yang mustahil bisa jadi kenyataan, asalkan umat taat dan percaya kepada pekerjaan yang dilakukan Allah. Tentu seluruh bagian ini memiliki proses. Mulai dari Yosua yang dibentuk Allah, termasuk ketaatannya mengikuti seluruh instruksi yang diberikan sampai pada sikap melangkah berdasarkan firman Tuhan.
Doa Pembuka
Dipimpin seorang anggota keluarga
Mazmur 118.1-2, 14-24
Bacalah bagian ini dengan beberapa cara
- Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
- Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
- Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan
Bacaan II: Matius 28.1-10
Pesan melalui perikop
Peristiwa kebangkitan Yesus diceritakan pertama kali kepada para perempuan, yang waktu itu di mata masyarakat masih terhitung warga kelas dua. Hal ini menunjukkan bahwa Allah menganggap bahwa setiap ciptaan-Nya setara dan harus dihargai. Bahkan perempuan diberi tempat di mata-Nya, menjadi saksi pertama dari kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan.
Kisah ini juga memperlihatkan kekuatan Allah yang bangkit dari kematian.
Belajar dari apa yang diceritakan dalam tulisan ini, mari kita merefleksikannya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).
Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:
- Apakah dalam hidup, kita lebih banyak dipengaruhi apa yang dianggap kebanyakan orang sebagai kebenaran? Di masa Yesus, orang menganggap perempuan tidak bisa apa-apa dan tidak penting. Namun Allah menganggap perempuan itu penting sehingga dijadikan saksi pertama kebangkitannya.
- Apakah yang selama ini dipikirkan orang lain selalu benar? Di masa Yesus, tidak banyak – atau bahkan tidak ada – yang berpikir Yesus sanggup bangkit dari mati. Nyatanya, Dia bangkit!
Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:
- Ketika kita merasa harapan kita tak terpenuhi, kita mungkin tidak yakin untuk menemukan jawaban di dalam Yesus. Ragukah kita bahwa Ia punya kemampuan melebihi apapun, termasuk mengalahkan kematian?
Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:
- Seberapa seringkah kita meminta advis atau petunjuk dari Tuhan ketika menghadapi peristiwa hidup?
Doa Bersama
Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa:
- Agar pelayan Tuhan merendah dan menyediakan diri bekerja sama dengan pelayan yang lain demi terciptanya pelayanan yang utuh dan berdampak baik
Nyanyian Umat
KJ 370 ”Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku”
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku
di lembah berbunga dan berair sejuk.
Ya, ke mana juga aku mau mengikut-Nya
sampai aku tiba di neg’ri baka.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus:
‘ku tetap mendengar dan mengikut-Nya.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;
ya, ke mana juga ‘ku mengikut-Nya!
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku
di lembah gelap, di badai yang menderu.
Aku takkan takut di bahaya apa pun,
bila ‘ku dibimbing tangan Tuhanku.

Komentar Anda