Respons Paskah
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
‘Ku B’rikan Bagimu TubuhKu, DarahKu
(NKB 84 : 1, 3)
‘Ku b’rikan bagimu tubuhKu, darahKu,
engkau pun ‘Ku tebus, selamat jiwamu.
Bagimu ‘Ku b’ri hidupKu; apakah balasmu?
Bagimu ‘Ku b’ri hidupKu; apakah balasmu?
‘Ku sudah disesah, tersiksa dan pedih,
supaya hilanglah dosamu yang keji.
‘Ku pikul salib bagimu; apakah balasmu?
‘Ku pikul salib bagimu; apakah balasmu?
Pembacaan Mazmur 118:1-2, 14-24
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Keluaran 14:10-31, 15:20-21
Perjanjian Baru : Kolose 3:5-11
Renungan
Selamat Paskah! Paskah bukan sekadar sebuah peringatan peristiwa kebangkitan Kristus dari kubur. Paskah adalah peringatan akan karya besar Allah bagi kehidupan dunia. Melalui kebangkitan-Nya, Kristus menyatakan diri-Nya sebagai pribadi yang memiliki kuasa mengalahkan maut. Dia bukan hanya berkuasa atas kehidupan, melainkan juga atas kematian. Sebab itu, sekalipun Ia ada dalam kematian, namun kematian tak mampu menahan keberadaan-Nya di sana selamanya. Karya kemenangan ini pada akhirnya menjadi jaminan bagi kita dalam menatap masa depan kita sebagai umat-Nya. Kita percaya bahwa Dia yang bangkit, kelak juga akan membangkitkan kita dari kematian dan menempatkan kita dalam kemuliaan bersama-Nya.
Jika Allah dalam Kristus telah menyatakan karya agung-Nya bagi dunia, maka pertanyaannya adalah apa yang hendaknya kita lakukan untuk merespons karya agung Allah itu? Dalam hal ini kita dapat belajar dari kehidupan umat Allah di masa lalu. Dalam catatan kitab Keluaran 14:10-31 dan 15:20-21, ketika Allah menyelamatkan mereka dari kuasa Firaun yang terus menindas mereka, Allah menghendaki agar umat bersedia untuk tidak meragukan rencana penyelamatan Allah atas mereka. Allah ingin umat mendengarkan tuntunan-Nya melalui Musa yang telah ditunjuk-Nya sebagai pemimpin di antara mereka. Allah berharap umat yang diselamatkan menjadi umat yang mau mendengar dan mengikuti setiap penyertaan dan pengarahan yang diberikan-Nya kepada mereka. Bahkan di tengah situasi hidup yang sedang terjepit sekalipun. Umat diajak untuk meyakini bahwa Allah mampu menolong dan menuntun hidup mereka menuju pada kehidupan yang jauh lebih baik daripada kehidupan mereka sebelumnya. Tentu, hal ini menuntut kesediaan umat untuk patuh dan mau mendengarkan setiap perintah Allah, sebagaimana yang ditunjukkan oleh umat Allah di masa itu.
Demikian jugalah yang ditekankan oleh Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Kolose. Dalam Kolose 3:5-11, Paulus mengajak umat untuk merespons karya penyelamatan Allah dengan menunjukkan kesediaan untuk hidup baru. Kehidupan baru yang dimaksudkan Paulus adalah kehidupan yang tidak lagi sama seperti kehidupan sebelum mereka mengenal jalan keselamatan Allah. Mereka dipanggil untuk merespons dengan meninggalkan pola hidup yang mendatangkan dosa, yaitu amarah, kejahatan, dan kata-kata yang tidak memberkati. Mereka diajak untuk menunjukkan pola kehidupan yang diperbaharui oleh karya penyelamatan Allah, yaitu pola hidup yang sesuai dengan teladan Kristus dalam keseharian mereka.
Belajar dari dua bagian firman Tuhan ini membawa kita pada kesadaran bahwa cara kita merespons karya penyelamatan Allah adalah dengan menjalani pola hidup benar dan mendengarkan setiap perintah serta tuntunan Allah dalam kehidupan kita. Dengan kata lain, jika mengimani bahwa kebangkitan Kristus berdampak pada kehidupan kita, maka seharusnya kita menunjukkan pola kehidupan yang berubah. Kita tidak lagi hidup sama seperti keadaan kita sebelum mengenal Kristus. Harusnya ada perubahan yang kelihatan dari perkataan dan perilaku kita yang semakin sesuai dengan keteladanan Kristus. Selain itu kita juga harus menunjukkan kesediaan untuk hidup mengikuti tuntunan dan pengarahan Allah dalam keseharian kita. Dengan dua hal inilah maka respons kita akan karya agung Allah akan menjadi respons yang benar. Selamat menjalani hidup yang telah diselamatkan. Tunjukkan perubahan sebagaimana yang Allah kehendaki. Tuhan memberkati. Amin.
Doa Syafaat dan Penutup
Berdoalah agar pemerintah memperhatikan kualitas pendidikan di berbagai daerah di Indonesia, sehingga semakin merata pelayanan pendidikan yang berkualitas.
Nyanyian Penutup
Perubahan Besar
(PKJ 239:1-2)
Perubahan besar di kehidupanku
sejak Yesus di hatiku;
di jiwaku bersinar terang yang cerlang
sejak Yesus di hatiku.
Refrein:
Sejak Yesus di hatiku,
sejak Yesus di hatiku,
jiwaku bergemar
bagai ombak besar
sejak Yesus di hatiku.
Aku tobat, kembali ke jalan benar
sejak Yesus di hatiku;
dan dosaku dihapus, jiwaku segar
sejak Yesus di hatiku.

Komentar Anda