Percaya Kepada Tuhan
Mazmur 93
Ulangan 31:1-13
Yohanes 16:16-24
Selamat hari Rabu.
Manusia itu terbatas. Itulah pengakuan Musa kepada umat. Umurnya sudah tua, dan ia takkan masuk ke tanah Kanaan, Tuhan yang akan memimpin umat masuk ke tanah perjanjian (Ul. 31:2-6).
Ulangan 31:7-8 (TB) Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya.
Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”
Tuhan yang kuat itulah yang memimpin mereka.
Mazmur 93:3-4 (TB) Sungai-sungai telah mengangkat, ya TUHAN, sungai-sungai telah mengangkat suaranya, sungai-sungai mengangkat bunyi hempasannya.
Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi.
Kasih Tuhan tak pernah berkesudahan. Dia senantiasa bersama-sama dengan umat milik kepunyaan-Nya.
Pernyataan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya (Yoh. 16:16) bahwa mereka akan ditinggalkan oleh-Nya membuat mereka takut dan gentar. Karena itu;
Yohanes 16:19-20 (TB) Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: “Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
Kepergian Tuhan Yesus dari para murid memang mendukakan mereka namun kebangkitan-Nya menjadikan mereka bersukacita (Yoh. 16:22-24).
Hidup menjadi pengikut Tuhan berarti percaya kepada-Nya dalam hidup. Percaya pada saat semua kelihatan baik, maupun saat tidak baik.
Doa:
Kesediaanku untuk mempersembahkan diri untuk pelayanan.

Komentar Anda