Percaya dan Setia Kepada Tuhan
Mazmur 102:1-18
Amsal 3:5-12
Kisah Para Rasul 7:44-56
Selamat hari Selasa.
Percaya dan tidak menolak Tuhan dalam segala didikan-Nya, itulah sikap orang beriman dalam pergumulan yang dihadapi.
Amsal 3:11-12 (TB) Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.
Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
Apa yang disebut sebagai penderitaan, atau sengsara seringkali adalah cara Tuhan mendidik dan mengajar umat-Nya untuk menjadi umat yang makin bijak dalam hidup.
Mazmur 102:12-13 (TB) (102-13) Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun.
(102-14) Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.
Kasih Tuhan selalu memperhatikan umat-Nya. Dia tak pernah meninggalkan umat dalam kesesakan.
Kemah Suci dalam perjalanan umat di padang gurun adalah tanda kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya. Namun Tuhan tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu, yang orang-orang Yahudi mau membatasinya. Dan itulah yang disaksikan oleh Stefanus dalam kesaksian yang ia nyatakan di hadapan Mahkamah Agama, dan yang menjadikan mereka marah dan melempari Stafanus dengan batu (Kis. 7:44-56).
Stefanus memang mati namun kesaksiannya menunjukkan kepercayaannya kepada Tuhan.
Tetaplah setia kepada Tuhan, percaya kepada-Nya dengan segenap hati.
Doa:
Peningkatan ketrampilan bagi calon tenaga kerja.

Komentar Anda