Perayaan Iman

Piala Dunia 2026 sudah selesai. Namun, masih ada kenangan manis dari perhelatan pesta sepakbola dunia setiap 4 tahun sekali ini. Salah satunya adalah selebrasi tim nasional Norwegia, yang menirukan kebiasaan kaum Vikings saat mendayung perahu-perahu mereka. Perjalanan timnas Norwegia terhenti di babak 8 besar, dikalahkan oleh timnas Inggris. Walaupun tidak berhasil masuk ke final, selebrasi khas Haaland dan kawan-kawan ini membekas dalam benak banyak penikmat sepakbola. Ini menjadi pengingat bagi kita betapa kesan itu menjadi penting dan bermakna selain dari pencapaian yang tinggi sebagai juara.

Ada kisah perjumpaan Yesus yang meninggalkan kesan luar biasa. Seperti dicatat dalam Lukas 5: 17-20, ada seorang lumpuh yang dibawa ke depan Yesus dengan cara yang tidak biasa. Orang lumpuh itu dibawa oleh beberapa orang, diturunkan dari atap yang dibongkar karena mereka tidak bisa masuk lewat pintu. Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu, sebagaimana yang Yesus biasa lakukan dalam perjumpaan dengan orang sakit.

Tapi, menarik ditulis oleh Lukas “Ketika Yesus melihat iman mereka…”. Artinya, tidak hanya orang sakit itu yang dilihat sebagai seorang beriman, tetapi juga rekan-rekan yang membawanya, membongkar atap dan menurunkan orang sakit itu tepat di depan Yesus.

Orang sakit itu menjadi sembuh. Namun karya orang-orang yang membawa orang sakit itu meninggalkan kesan mendalam. Orang-orang yang membongkar atap demi rekan mereka pasti merasakan sukacita ketika Yesus menyembuhkan orang lumpuh ini. Kekompakan orang-orang yang membawa orang lumpuh ini adalah perayaan iman. Iman tidak hanya diam dalam diri masing-masing pribadi, tapi ditunjukkan dalam tindakan nyata yang memberikan kesan mendalam.

Kiranya kita tidak hanya kagum pada kisah Alkitab tentang perayaan iman dan kekompakan ini. Marilah kita menjadi bagian dari pribadi-pribadi yang juga punya semangat untuk merayakan iman dengan aksi nyata kepada sesama kita yang membutuhkan. Ingatlah, iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. @manda_ruyo

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Cermin