Oleh Kemurahan Allah

NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 265 – Bukan Kar’na Upahmu
Syair dan lagu: Godlief Soumokil, 1988
 
Bukan kar’na upahmu dan bukan kar’na kebajikan hidupmu,
bukan persembahanmu dan bukan pula hasil perjuanganmu:
Allah mengampuni kasalahan umatNya, oleh kar’na kemurahanNya;
melalui pengorbanan Putra TunggalNya ditebusNya dosa manusia.
Refrein:
Bersyukur, hai bersyukur, kemurahanNya pujilah!
Bersyukur, hai bersyukur selamanya!
 
Janganlah kau bermegah dan jangan pula meninggikan dirimu;
baiklah s’lalu merendah dan hidup dalam kemurahan kasihNya.
Keangkuhan tiada berkenan kepadaNya; orang sombong direndahkanNya.
Yang lemah dan hina dikasihiNya penuh, yang rendah ‘kan ditinggikanNya. 
Refrein:

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

2 KORINTUS 4:1-12

 

RENUNGAN

Kita hidup di era orang harus kelihatan baik-baik saja, meski sebenarnya sedang sangat kelelahan. Tuntutan, tekanan dan masalah terus datang, namun dipaksa untuk tetap produktif, kuat, tetap rohani, seolah tidak boleh untuk gagal. Kita menyadari bahwa sebagai manusia kita lemah, rapuh dan terbatas. Manusia juga bisa lelah, bisa dalam keadaan yang tak berdaya. Namun tidak sedikit yang lebih suka menutupi dan menyembunyikannya, supaya tetap terlihat baik dan kuat. Dalam pengakuan akan ketidakberdayaan ini, kita justru mendapatkan kemurahan Allah, menjadi ruang di mana anugerah Allah masuk dalam hidup kita.

Paulus mengajak kita berjalan ke arah menyadari akan kemurahan Allah. Ia tidak menutupi kenyataan hidup yang tidak ideal, rapuh dan ketidakberdayaan. Paulus jujur: tertekan, bingung, dikejar-kejar, bahkan dihempaskan. Namun Paulus juga bersaksi dalam semua situasi sulit itu, ia tidak terjepit, tidak putus asa, tidak ditinggalkan dan tidak binasa. Di sini kita menemukan logika Allah yang membalik cara berpikir manusia. Paulus tidak bertahan karena ia kuat, melaikan karena ia hidup dalam kemurahan Allah. Kesadaran bahwa pelayanan dan hidup yang Paulus jalani bukanlah hasil kemampuan pribadi, tapi anugerah Allah yang terus menopang. Paulus menggunakan istilah bejana tanah liat. Bejana tanah liat adalah wadah yang tidak istimewa, mudah retak dan sederhana. Namun justru di dalam bejana yang rapuh inilah Allah menyimpan harta yang tak ternilai. Allah memakai hidup manusia yang tidak sempurna, supaya tampak bukan kehebatan manusia, melainkan kuasa dan kasih-Nya.

Seringkali kita mengira bahwa retakan dalam hidup harus ditutupi dan disembunyikan. Kita menjadi palsu dan tidak jujur dengan diri sendiri. Namun firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa retakan sebagai ruang bagi kasih Allah untuk masuk dan menguatkan hidup kita. Ketika kita berani mengakui kelemahan kita, di situlah kemurahan Allah bekerja nyata. Sekarang, kalau kita sedang lelah, tidak apa-apa; jika sedang rapuh, itu bukan akhir. Tuhan mengundang kita untuk bersandar. Sebab oleh kemurahan-Nya kita masih dipanggil, dipelihara dan dipakai untuk menjadi alat-Nya. Amin.

 

DOA SYAFAAT

  • Mendoakan mereka berjuang untuk keluarga
  • Mendoakan mereka yang berlatih ketrampilan untuk mengembangkan diri
     

NYANYIAN PENUTUP
PKJ 282:1,2,5 – TUHAN, TOLONGLAH, BANGUNKAN IMAN
Syair: B. Fobia, 1998 (1945 – 1999),
Lagu: Mai falie (Rote, Timor)
 
Tuhan, tolonglah, bangunkan iman;
pulihkanlah kasih yang remuk.
Ubahlah hatiku, jamahlah diriku
biar di tanganMu berbentuk.
Tuhan, tolonglah bangunkan iman;
pulihkanlah kasih yang remuk.
 
Hati bersujud, jiwa menyembah;
hidupku masyhurkan kasihMu.
T’rimalah baktiku, layakkan diriku
untuk kemuliaan namaMu.
Hati bersujud, jiwa menyembah;
hidupku masyhurkan kasihMu.
 
Kasihku, Tuhan, baktiku, Tuhan,
tak setara kemurahanMu.
Tetapi rahmatMu tak hitung jasaku,
sangatlah besar dan mulia.
Kasihku, Tuhan, baktiku, Tuhan,
tak setara kemurahanMu.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga