Merawat Dengan Hati

NYANYIAN PEMBUKA

PKJ 212 – Ya Allah, KasihMu Besar
Syair dan lagu: Januar Ishak
 
Ya Allah, kasihMu besar,
lebih besar dari segala,
tiada terduga dalamnya,
tiada terjangkau luasnya.
Ya Yesus, kasihMu besar,
lebih besar dari segala.
Hidup kekal Engkau beri
dan aku hidup berseri!
 
Refrein:
Dalam doa aku bersyukur
atas limpah kasihMu.
Ajar aku mengasihiMu
dan sesama manusia.

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

RUT 2:1-16

 

RENUNGAN

Di zaman dengan berbagai perkembangan, keluarga sering menghadapi tantangan relasi. Satu sama lain tinggal satu atap namun relasi bisa berjarak. Ketika tidak ada hati untuk saling merawat, maka yang ada hanya ego yang saling berbenturan. Keluarga bisa utuh secara struktur tetapi rapuh secara batin.

Kisah Rut dan Naomi mencerminkan relasi yang saling merawat dan menguatkan. Naomi adalah seorang yang kehilangan segalanya: suami dan kedua anaknya laki-laki. Ia kembali pulang ke Yehuda dengan keputus-asaan. Dalam situasi ini Naomi memberi kebebasan pada kedua menantua untuk pergi dan memulai hidup baru. Namun Rut memilih untuk tetap tinggal dan setia merawat mertuanya – Naomi. Rut menunjukkan kesetiaan dalam tindakan sehari-hari. Ia bekerja keras diladang, memungut sisa panen jelai demi keberlangsungan hidup mereka berdua. Rut merawat Naomi bukan karena keadaan ideal, namun karena hati yang mau mengasihi dan merawat. Ketika merawat memang membutuhkan kerelaan untuk berkorban: tenaga, wkatu dan perhatian. Allah tidak meninggalkan Naomi dan Rut. Melalui Boas – Tuhan menghadirkan perlindungan, kecukupan dan harapan baru. Allah menunjukkan cinta yang merawat umat-Nya dengan setia. Kebaikan Rut membuka jalan bagi karya Allah yang lebih besar. Kesetiaan kecil yang dilakukan dengan hati ternyata dipakai Tuhan untuk menopang hidup. 

Mari kita bertanya pada diri masing-masing. Apakah aku sungguh hadir untuk merawat dengan hati? Merawat dengan hati berarti menciptakan ruang aman dalam keluarga, saling menjaga, dan berani bertanggung jawab – walau jalan itu adalah jalan yang tidak mudah. Seperti Rut, kita (orangtua, anak, saudara) dipanggil untuk setia dalam hal-hal kecil, sebab dari situlah Tuhan bekerja memulihkan dan memberkati. Amin.

 

 

DOA SYAFAAT

  • Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
  • Membangun kepedulian pada masyarakat sekitar – warga bantu warga.
     

NYANYIAN PENUTUP

PKJ 138 – SETIAMU, TUHANKU, TIADA BERTARA
Syair: Great Is Thy Faithfulness, Thomas O, Chisholm, 1923,
Terjemahan: E. L. Pohan, +/- 1976/Yamuger, 1982,
Lagu: William M. Runyan, 1923
 
SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.
Refrein:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas *).
 
Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga