Merapuh - Kamis, 19 Maret 2026

 Kamis, 19 Maret 2026

DOA PEMBUKA


BACAAN ALKITAB    Mazmur 130 atau dengan menyanyikan lagu berikut ini https://youtu.be/-V8Tbmwzd5c?si=aEMvFPBO8Ie1nH5g


RENUNGAN

Dalam potongan video yang saya lihat di sosial media, dikisahkan seorang dokter tua sedang merawat istrinya yang sakit. Ketika datang dokter jaga untuk memeriksa rutin, dokter tua itu menginfokan waktu kematian istrinya. Dia menyaksikan istrinya menghembuskan nafas terakhir tanpa meminta pertolongan tenaga medis. Setelah mengurus pemulangan jenazah dari rumah sakit, dokter tua ini tampak kebingungan. Ia kehilangan arah, tidak tahu harus bagaimana. Seorang rekan dokter kemudian mendekati dan bertanya, apa yang bisa dibantu. Dokter tua itu menangis serta menyatakan ketidak-berdayaannya setelah istrinya meninggal.


Seorang dokter pun bisa sakit dan menjadi tidak berdaya. Siapapun kita, sehebat apapun kita, pasti ada titik di mana kita lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Itulah kerapuhan kita sebagai manusia. Dalam beberapa hal bisa dilihat sebagai sosok yang tangguh dan kuat, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada sisi yang membuat kita tidak setegar batu karang.


Mazmur hari ini juga menunjukkan ketidak-berdayaan pemazmur, yang mewakili seluruh umat manusia, di hadapan Tuhan. Karena itulah pemazmur juga meneguhkan kita dengan mengatakan, “Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia dan Ia banyak kali melakukan pembebasan (ay. 7).” Pembebasan yang dimaksud di sini termasuk juga pembebasan atas rasa takut, ragu, bimbang dan tak berdaya yang dimiliki setiap orang. Tidak ada cara lain untuk menerima kerapuhan diri selain berserah pada Dia yang menciptakan kita. Ketika kita berserah, kerapuhan itu tidak hilang seketika, melainkan ditopang oleh Tuhan, Sang Maha Penolong.


Kita membutuhkan kekuatan yang lebih untuk bisa menjalani hidup, yang tidak berasal dari diri kita sendiri. Kekuatan itu ada pada Tuhan. Maka, berserulah kepada-Nya dalam keadaan apapun, bahkan di jurang yang dalam sekalipun.


Sadarilah bahwa kita ini lemah dan membutuhkan pertolongan. Jangan merasa hebat, kuat, apalagi merasa lebih tinggi dari yang lain. Ketika lemah, datanglah pada Tuhan. Ia adalah sumber kekuatan dan pertolongan kita. Amin.


DOA SYAFAAT DAN PENUTUP

  • Kaum muda yang mau belajar berbagai keterampilan.
  • Kegiatan keluarga di masa liburan agar menjadi sarana memulihkan relasi.
  • Perdamaian dunia.


NYANYIAN PENUTUP

Komentar Anda

Your Email address will not be published.