Menolak Lupa

NYANYIAN PEMBUKA

https://youtu.be/A7vOsyVdPZo?si=6enJdbWb129ltlth

 

DOA PEMBUKA

 

BACAAN ALKITAB    
Ulangan 4: 1-14
 
 

RENUNGAN

Ketika kumpul keluarga pada saat Natal kemarin, apa saja yang dibicarakan di tengah keluarga Anda? Tentu ada beberapa update kehidupan yang disampaikan: karir, pasangan, anak, atau berita seputar kehidupan lainnya. Biasanya, topik pembicaraan akan terbagi berdasarkan usia atau kedekatan relasi. Tidak heran kalau dalam acara kumpul keluarga, akan ada kelompok-kelompok dengan pembicaraan yang berbeda. Para lansia akan kumpul dengan sesama usianya dan membicarakan kesehatan, dokter dan juga kisah-kisah masa lalu. Para dewasa dengan kelompok usia atau gender-nya akan memiliki topik berbeda. Bapak-bapak biasanya bicara soal politik dan juga isu-isu kekinian tentang perkembangan dunia. Ibu-ibu juga bercerita tentang keluarga atau hal-hal random yang seru jika diperbincangkan. Anak muda, remaja, atau anak-anak kecil juga akan berkumpul sesuai usianya atau asyik dengan kesibukan mereka di gawai masing-masing.
 
Pada masa Perjanjian Lama, acara kumpul keluarga dalam tradisi Yahudi tidak hanya berisi obrolan seputar kehidupan masing-masing anggota keluarga. Pada perayaan atau hari raya keagamaan di mana sanak saudara berkumpul, di situ terjadi percakapan tentang kisah nenek moyang mereka yang ditolong Tuhan melewati masa-masa sulit. Para tetua di keluarga terlatih menjadi pencerita ulung yang mengisahkan betapa luar biasa Allah Israel itu kepada anak-cucunya. Hal ini dijadikan ketetapan yang diberitahukan Musa kepada bangsa Israel ketika mereka keluar dari perbudakan di Mesir.
 
Umat Israel diajar untuk menolak lupa akan apa yang telah Tuhan lakukan dalam kehidupan nenek moyang mereka, hingga di masa mereka hidup saat itu. Itulah cara mereka mempertahankan tradisi iman, dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Momen kumpul bersama keluarga jadi ajang mereka mengingat Tuhan. Dengan demikian, sejak kecil, orang-orang Israel paham dan ingat tentang Tuhan.
 
“Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu… (ay. 9, TB)”
 
Hari ini kita diajak untuk mengingat Tuhan dan menolak lupa atas apa yang telah dilakukan-Nya kepada kita. Mungkin kita akan cenderung mengingat kebaikan atau keburukan orang lain. Tetapi kebaikan Tuhan jangan pernah diabaikan dari ingatan kita. Terlalu banyak kebaikan Tuhan yang sudah kita rasakan, namun bukan berarti kita tidak mau mengatakan dan membagikannya kepada orang lain. Dengan cara itu, kita pun diajak mengingat apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup ini.
 
Bagikan, ceritakan, dan sampaikan kebaikan Tuhan dalam hidup Anda. Jangan diamkan, beritakan supaya banyak orang merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup mereka. Amin.
 
 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP

  • Kaum muda yang mau belajar berbagai keterampilan.
  • Kondisi korban bencana alam (banjir bandang, banjir, longsor).
  • Kesehatan orang-orang terkasih di musim hujan ini.
 
 
NYANYIAN PENUTUP

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga