Menikmati

Senja mulai turun, dan langit yang tadinya masih terang perlahan-lahan meredup. Sementara pohon di kiri kanan yang rapi berjejer perlahan tertiup angin sepoi-sepoi, pucuknya bergoyang lembut.

Senja itu mesti dinikmati tanpa tergesa, peralihan dari yang terang menjadi redup temaram, sampai lampu-lampu jalanan menyala, memberikan penerang bagi mereka yang ingin berjalan sehabis hujan.

Nikmati saja, jangan terburu-buru. Ikuti prosesnya. Berjalanlah perlahan di aspal basah, nikmati percikan air dari dedaunan terbawah angin menerpa wajah, dan simak suara binatang malam yang nyaring terdengar.

Hidup itu tak perlu terburu-buru. Kerjakan dengan tetap menikmati apa yang menjadi tugas kita. Jika engkau tak menunda, maka semua yang engkau kerjakan cukupkan waktu dan tenagamu.

Pondok Kapilih, Pancawati, Bogor, Jawa Barat, 8 November 2025.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Sapaan Pendeta