MENDUKUNG DALAM DOA - Selasa, 17 Maret

Selasa, 17
Maret – MENDUKUNG DALAM DOA


NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 263 –
Yesus Kristus Kehidupan Dunia
Syair:
Agustina Lumentut,
Lagu:
Liberti Manik

 

Yesus
Kristus kehidupan dunia.
Kami umat
s’lamat oleh kasihMu.
Yesus
Kristus, kehidupan dunia,
Engkau,
Tuhan Pengharapan yang kekal.

 

Yesus
Kristus kehidupan dunia.
Kami umat
s’lamat oleh kasihMu.
Yesus
Kristus, kehidupan dunia,
Karuniakan
kedamaian yang penuh.


 

DOA PEMBUKA

BACAAN
ALKITAB      

KOLOSE 1:9-14

 

RENUNGAN

“Ikut mendoakan ya”, kalimat ini sering menjadi
respon yang kita ucapkan (diketik dalam group atau japri WA) ketika ada seorang
teman atau saudara yang mengalami masalah atau sakit. Kalimat ini tentu
terlihat sebagai dukungan yang tulus. Namun jika mau jujur, tidak jarang
kalimat ini sekadar basa-basi yang sopan merespon, dan setelahnya mungkin lupa
untuk benar-benar mendoakannya.
Mendukung teman atau saudara bukanlah hanya sekadar
mengucapkan kata-kata simpati, namun sungguh mewujudkan dalam doa sebagai
bentuk kepedulian yang dalam. Karena dukungan spiritual menjadi cara kita
membawa pergumulan teman dan saudara kita ini kepada Tuhan. Mendukung dalam doa,
mungkin terlihat sederhana. Namun jika sungguh dilakukan, menjadi dukungan yang
berharga.
Rasul Paulus memberikan teladan yang baik tentang
kebiasaan untuk berdoa syafaat. Menariknya, Paulus memang belum pernah bertemu
langsung dengan jemaat Kolose, namun ia menyampaikan komitmennya, “kami tiada
berhenti-henti berdoa untuk kamu” (Ay. 9). Paulus menyampaikan doa supaya
jemaat Kolose:
·        
Memiliki hikmat dan pengertian untuk memahami kehendak Tuhan

·        
Hidup yang berkenan dan memberi buah dalam pekerjaan yang baik

·        
Dikuatkan untuk menangggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.

·        
Hati yang bersyukur.

Doa Paulus ini mengajarkan kita untuk
mengingat orang lain dalam doa-doa kita. Dalam hal berdoa, Paulus juga
mengajarkan untuk tidak terjebak doa hanya berkat materi saja. Kita belajar
berdoa untuk memahami kehendak Tuhan, hidup yang berbuah (bredampak baik),
mengalami kekuatan dalam menghadapi pergumulan dan juga hati yang bersyukur.
Maka, setidaknya kita tidak lagi sekadar menyampaikan “saya bantu doa ya”
sebagai pemanis bibir, namun sungguh diwujudkan secara nyata dan konsisten.
Amin.

 

DOA SYAFAAT

·        
Mendoakan
mereka yang sakit dan keluarga yang merawat

·        
Peperangan bangsa-bangsa supaya terjadi perdamaian dan tidak jatuh
korban manusia lagi

·        
Gereja yang memberdayakan masyarakat sekitar
 


NYANYIAN PENUTUP
KJ 026:1,2
– Mampirlah, Dengar Doaku
Syair: Pass
Me Not, O Gentle Saviour, Fanny J. Crosby, 1868
Terjemahan:
E. L. Pohan, 1975
Lagu:
William Howard Doane, 1870

 

Mampirlah,
dengar doaku, Yesus Penebus.
Orang lain
Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
Refrein:
Yesus,
Tuhan, dengar doaku;
orang lain
Kau hampiri, jangan jalan t’rus.

 

Di hadapan
takhta rahmat aku menyembah,
tunduk
dalam penyesalan. Tuhan, tolonglah!
Refrein:


 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.