Masa Raya Paskah 2026 "Bangkit untuk Menghidupi Kasih"

Booklet masa raya paskah 2026:

Skip to PDF content

 

Jemaat Yang Terkasih,

Siklus panjang Paskah selama 90 hari sudah di sini. Masa raya Paskah akan kita peringati dari Rabu Abu di 18 Februari 2026 dan berakhir di Pentakosta, 24 Mei 2026. Masa ini terdiri dari 40 hari persiapan menyambut Paskah dengan puasa/pantang dan 50 hari sukacita setelahnya.

Paskah berasal dari kata Ibrani “Pesakh” yang artinya melewati, menerobos. Dalam Perjanjian Baru, Paskah bermakna menerobos kematian menuju kemenangan. Siklus Paskah memberi kesempatan spesial untuk orang percaya membuat terobosan dalam hidup.

Tema Paskah tahun ini “Bangkit untuk Menghidupi Kasih”. Dalam bangkit, berarti ada posisi/kondisi lama yang ditinggalkan. Untuk meninggalkan sesuatu, kita perlu menerobos kondisi lama tersebut. Sesuatu yang lama harus mati dahulu agar sesuatu yang baru bisa muncul.

Apa yang mau kita terobos dalam hidup? Sudahkan kita mengasihi diri sendiri sebelum mengasihi orang lain? Sudahkah kita memaafkan kesalahan kita sendiri? Apakah kita nyaman dengan keberadaan diri kita? Jika kita belum nyaman dengan diri sendiri, kenapa kita masih berharap bisa membuat dampak dan kenyamanan/kedamaian buat orang-orang sekitar ketika kita masuk ke ruangan tersebut?

Sudahkah kita mengenal diri sendiri, potensi diri sehingga bisa hidup sesuai blue print/rancangan awal Tuhan bagi kita masing-masing? Setiap manusia memiliki peran dan talenta spesifik yang Tuhan berikan (Yer 29:11; Mat 25:14-30).

Jika sudah menerima keberadaan diri, sudahkah kita sadar akan keadaan sekitar? Mulai dari keluarga atau teman dekat? Sudahkah kita menerobos segala hubungan yang retak? Apakah kita hanya mengklaim telah mengampuni namun di hati masih terasa sakit? Kita masih saling diam padahal tinggal satu atap, satu organisasi? Bukankah Tuhan juga memerintahkan kita untuk mengusahakan kerukunan (Yoh 13:34-35; Roma 14:19)?

Segala sesuatu yang mati, seperti relasi yang rusak dengan diri sendiri, orang-orang sekitar maupun lingkungan hidup, kiranya dapat dikubur bersama pengorbanan Yesus. Lalu bangkit pulih menjadi relasi yang indah dan bermanfaat.

Siklus Paskah selama tiga bulan ini memberi kesempatan untuk bertransformasi. Rabu Abu mengajak mengingatkan dari mana kita berasal, untuk napak, grounding, menginjak bumi. Puasa 40 hari membantu menemukan sifat-sifat ilahi di dalam diri.

Refleksi selama puasa, diikuti dengan aksi nyata. Aksi tersebut tidak perlu selalu besar, bisa dilakukan dengan hal kecil seperti meluangkan waktu untuk nongkrong dengan mama/papa/saudara, membacakan buku untuk kakek/nenek, menemani orang kesepian (di zaman modern ini, tambah banyak yang kesepian), ngobrol dengan saudara yang tadinya tidak dekat supaya bisa lebih dekat dan lain sebagainya.

Puncak perayaan ada di hari Paskah, dirayakan selama 50 hari sampai berakhir di Pentakosta. Pada waktu Pentakosta, terobosan atau progres diharapkan sudah terjadi. Terobosan-terobosan atau kesadaran-kesadaran kecil di tingkat individu menjadi modal bagi terobosan-terobosan kolektif yang memiliki daya transformasi yang lebih besar.

Jika umat Tuhan pertumbuhan spiritual individunya sudah sehat, maka bisa menciptakan komunitas yang kuat dan berdampak bagi sekitar. Selamat menjalani Masa Raya Paskah, Tuhan memberkati.

Salam,

Panitia Paskah GKI Serpong 2026

Komentar Anda

Your Email address will not be published.