Lilin Tidak Kehilangan Cahayanya
Sebuah ungkapan yang indah: “Lilin tidak kehilangan cahayanya ketika menyalakan lilin yang lain.” Ketika sebuah lilin menyalakan lilin yang lain, nyalanya tidak menjadi lebih kecil. Sebaliknya, ruangan yang tadinya gelap menjadi semakin terang. Terang yang dibagikan justru memperluas jangkauan cahaya. Demikian pula kehidupan orang percaya. Tuhan Yesus menyebut kita sebagai terang dunia. Terang itu bukan untuk disimpan hanya bagi diri sendiri, melainkan untuk dibagikan kepada orang lain. Semakin banyak hidup yang disentuh oleh kasih Kristus, semakin nyata terang Allah bekerja di tengah dunia.
Memberitakan Injil bukan berarti kita harus selalu berdiri di mimbar atau berbicara di hadapan banyak orang. Pekabaran Injil dapat dimulai melalui senyuman yang tulus, kata-kata yang menguatkan, kesediaan mengampuni, kepedulian kepada mereka yang menderita, kejujuran dalam bekerja, dan keberanian menceritakan apa yang Kristus telah lakukan dalam hidup kita. Kehidupan yang memancarkan kasih Kristus sering kali menjadi “Injil pertama” yang dibaca oleh banyak orang.
Dunia saat ini dipenuhi berbagai bentuk kegelapan: keputusasaan, konflik, kebencian, ketidakadilan, dan hilangnya pengharapan. Tuhan memanggil gereja bukan untuk mengutuk kegelapan, tetapi menghadirkan terang. Satu tindakan kasih dapat menguatkan seseorang. Satu kesaksian iman dapat menumbuhkan harapan. Satu pelayanan yang dilakukan dengan setia dapat menjadi awal perubahan bagi banyak orang.
Karena itu, jangan takut membagikan terang Kristus. Kasih yang dibagikan tidak akan habis. Pengharapan yang disampaikan tidak akan berkurang. Injil yang diberitakan tidak akan membuat kita kehilangan apa pun. Sebaliknya, semakin banyak orang mengenal Kristus, semakin besar pula kemuliaan Allah dinyatakan.
Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: siapa “lilin” yang Tuhan ingin saya nyalakan? Mungkin seorang anggota keluarga, sahabat, rekan kerja, tetangga, atau siapa pun yang sedang membutuhkan kasih dan pengharapan. Kiranya melalui hidup kita, mereka dapat melihat terang Kristus dan ikut memuliakan Allah.
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,
supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16)-mfnt

Komentar Anda