Kasih Karunia
NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 212 – Ya Allah, KasihMu Besar
Syair dan lagu: Januar Ishak
Ya Allah, kasihMu besar,
lebih besar dari segala,
tiada terduga dalamnya,
tiada terjangkau luasnya.
Ya Yesus, kasihMu besar,
lebih besar dari segala.
Hidup kekal Engkau beri
dan aku hidup berseri!
Refrein:
Dalam doa aku bersyukur
atas limpah kasihMu.
Ajar aku mengasihiMu
dan sesama manusia.
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
EFESUS 2:1-10
RENUNGAN
Pernahkah saudara mengalami kejadian menyebalkan ketika jaringan internet di rumah tiba-tiba mati? Modem internet masih dalam keadaan yang baik namun tidak berfungsi. Setelah petugas perbaikan datang, barulah diketahui bahwa koneksi modem dengan jaringan pusat ada yang terputus. Putusnya koneksi internet di modem dengan jaringan pusat menyebabkan internet mati.
Demikian juga dengan manusia. Efesus 2:1 mengatakan “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.” Pelanggaran dan dosa menyebabkan manusia mengalami kematian rohani yaitu terpisah dari Allah. Dosa telah memutus koneksi antara kita manusia dengan Allah, Sumber Kehidupan. Dalam kondisi mati dan terputus, mustahil bagi manusia untuk menyambugkan diri sendiri kembali pada Allah. Butuh intervensi dari Allah, ini disebut dengan kasih karunia. Kita diselamatkan bukan karena usaha kita, melainkan pemberian Allah. Seringkali, kita terjebak bahwa “pekerjaan baik” adalah cara kita menyambung kembali relasi dengan Tuhan. Namun pekerjaan baik bukanlah syarat agar kita selamat, melainkan akibat dari keselamatan yang sudah kita terima. Motivasi kita dalam berbuat baik bukan lagi karena takut dihukum atau ingin pamer kesalehan, melainkan karena rasa syukur yang meluap. Kita berbuat baik karena Tuhan sudah lebih dahulu mengasihi, sehingga tugas kita menyalurkan kebaikan Allah bagi dunia.
Bagaimana hal ini mengubah cara kita menjalani hidup setiap hari? Jujur pada diri sendiri. Kita sadar bahwa keselamatan adalah anugerah, kita perlu menutupi kelemahan kita. Kita bisa mengakui keterbatasan, kegagalan bahkan dosa kita, karena kita tahu bahwa ada kasih karunia Allah yang menyambut kita. Kemudian, pekerjaan baik yang kita lakukan menjadi lebih tulus dan bermakna. Ktia tidak lagi berbuat baik supaya dilihat orang, atau supaya merasa diri lebih baik dari orang lain. Kita melakukan karena kasih karunia dan sebagai respon kasih. Maka dengan demikian kita menjadi saluran kasih Allah di tengah dunia yang butuh penyelamatan Allah. Dunia ini penuh dengan orang-orang yang “putus koneksi” dari Tuhan. Melalui hidup kita, Tuhan ingin menyambungkan kembali mereka. Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
- Peperangan bangsa-bangsa supaya terjadi perdamaian dan tidak jatuh korban manusia lagi
- Peningkatan keterampilan bagi calon tenaga kerja
NYANYIAN PENUTUP
PKJ 265 – BUKAN KAR’NA UPAHMU
Syair dan lagu: Godlief Soumokil, 1988
Bukan kar’na upahmu dan bukan kar’na kebajikan hidupmu,
bukan persembahanmu dan bukan pula hasil perjuanganmu:
Allah mengampuni kasalahan umatNya, oleh kar’na kemurahanNya;
melalui pengorbanan Putra TunggalNya ditebusNya dosa manusia.
Refrein:
Bersyukur, hai bersyukur, kemurahanNya pujilah!
Bersyukur, hai bersyukur selamanya!
Janganlah kau bermegah dan jangan pula meninggikan dirimu;
baiklah s’lalu merendah dan hidup dalam kemurahan kasihNya.
Keangkuhan tiada berkenan kepadaNya; orang sombong direndahkanNya.
Yang lemah dan hina dikasihiNya penuh, yang rendah ‘kan ditinggikanNya. Refrein:

Komentar Anda