DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB Galatia 1: 11-24
RENUNGAN
Eits, jangan buru-buru protes lihat judul renungan ini ya. Karena sesungguhnya judul ini tepat sekali menggambarkan apa yang dialami oleh Paulus, yang dicurahkan dalam surat Galatia ini.
Beberapa bapa gereja melihat ketulusan Paulus dalam menulis surat kepada jemaat di Galatia ini. Bagaimana Paulus tidak menutupi masa lalunya sebagai penganiaya umat dan dengan jujur menunjukkan pertobatannya. Di sinilah Paulus tidak lagi memiliki semangat yang sia-sia sebagai manusia, tapi menyerahkan dirinya kepada Tuhan secara penuh.
Keinginan Paulus untuk menganiaya umat Tuhan dilandasi pada nafsu dan amarah yang tidak terarah. Semangat Paulus yang menggebu-gebu itu dipatahkan oleh kasih Tuhan saat ia menempuh perjalanan menuju Damsyik. Paulus bertobat dan menyerahkan dirinya untuk melayani Tuhan dalam kesetiaan hingga akhir hidupnya.
Maka renungan ini mengajak kita untuk mengarahkan semangat kita pada hal yang tertuju pada kemuliaan Tuhan, seperti yang Paulus lakukan: “Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku (ay. 23-24).”
Jangan pakai semangat yang ada pada kita untuk hal-hal yang tidak memuliakan Tuhan. Serahkan apa yang menjadi kegiatan dan pekerjaan kita untuk memuliakan Tuhan. Jangan semangat untuk hal yang tidak menjadi berkat; tetap menyerahkan segala sesuatunya bagi kemuliaan Tuhan. Amin.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
- Gereja yang memberikan kesempatan anak muda berkreasi.
- Kondisi korban bencana alam (banjir bandang, banjir, longsor)
- Kesehatan orang-orang terkasih di musim hujan ini.
NYANYIAN PENUTUP

Komentar Anda