Hidup Mengikut Tuhan
Mazmur 102:1-18
Keluaran 13:17-22
Kisah Para Rasul 7:17-40
Selamat hari Senin.
Hidup mengikut Tuhan adalah anugerah semata. Namun tidak selalu semua baik saja. Ada waktunya orang beriman mengalami pergumulan dalam hidup.
Sebagai orang percaya, sikap pemazmur menjadi contoh kala ia menghadapi pergumulan;
Mazmur 102:1-4 (TB) Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN. (102-2) TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.
(102-3) Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!
(102-4) Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.
(102-5) Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku.
Hidup berserah kepada Tuhan, itulah yang dipilih oleh umat Israel, dan Tuhan memberikan bukti penyertaan itu.
Sekalipun Tuhan tidak menuntun di jalan yang mudah, Dia tetap menjadi keselamatan bagi umat.
Keluaran 13:17-18, 21-22 (TB) Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.”
Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.
TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu.
Percaya: Tuhan menuntun, memimpin, menjaga umat milik kepunyaan-Nya.
Kisah kehidupan umat di Mesir menunjukkan bagaimana Tuhan merancangkan kembalinya umat ke tanah perjanjian (Kis. 7:17-40).
Percayalah kepada Tuhan dalama hidup karena Dialah penolong yang setia.
Doa:
Masyarakat yang sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.

Komentar Anda