Glowing or Shining?
NYANYIAN PEMBUKA
NKB 133 – SYUKUR PADAMU, YA ALLAH
Syair: Thanks to God!; August Ludvig Storm,
Terjemahan Inggris: Norman Johnson,
Terjemahan: Tim Nyanyian GKI,
Lagu: John Alfred Hultman
Syukur padaMu, ya Allah, atas s’gala rahmatMu;
Syukur atas kecukupan dari kasihMu penuh.
Syukur atas pekerjaan, walau tubuhpun lemban;
Syukur atas kasih sayang dari sanak dan teman.
Syukur atas bunga mawar, harum, indah tak terp’ri.
Syukur atas awan hitam dan mentari berseri.
Syukur atas suka-duka yang ‘Kau b’ri tiap saat;
Dan FimanMulah pelita agar kami tak sesat
Syukur atas keluarga penuh kasih yang mesra;
Syukur atas perhimpunan yang memb’ri sejahtera.
Syukur atas kekuatan kala duka dan kesah;
Syukur atas pengharapan kini dan selamaNya!
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
FILIPI 2:12-18
RENUNGAN
Banyak orang ingin terlihat glowing. Istilah glowing jadi target utama dalam dunia kecantikan, gaya hidup dan media sosial. Orang rela menghabiskan waktu dan biaya untuk berbagai produk dan teknologi supaya tampak “sempurna”. Namun, menjadi glowing seringkali bergantung pada apa yang ditempelkan dari luar: skincare, highlighter atau filter media sosial. Begitu semua dihilangkan, sinarnya pun hilang. Jadi apa yang mestinya dikejar? Tampilan luar yang glowing atau belajar untuk shining (bersinar) dari dalam?
Paulus mengajarkan kepada jemaat Filipi untuk tetap bercahaya dengan tidak bersungut-sungut, tidak bernoda sebagai anak-anak Allah. Hidup di tengah tantangan dunia sekitar memang tidak mudah, bukan menjadi sama karena terpengaruh pada hal yang buruk, namun menjadi sama seperti Kristus. Oleh karena itu Paulus mengatakan kepada jemaat untuk “mengerjakan keselamatanmu”. Artinya, keselamatan yang dari Kristus harus berdampak dalam hidup sehari-hari – melatih diri bercahaya bagi sekitar. Lalu hal ini yang menjadi identitas sebagai anak-anak Allah.
Tidak ada yang salah untuk jadi glowing – asalkan hidupmu tidak bersungut-sungut dan nyinyir dengan berbagai keadaan. Orang yang terus mengeluh akan menutupi cahaya hidupnya dan terlihat makin suram. Yang lebih penting adalah memiliki karakter yang “shining” dengan terus bersyukur dan taat di tengah lingkungan yang bengkok hatinya. Mintalah sinar Kristus yang menerangi hati kita sehingga mengubah sungut jadi rasa syukur, tak perlu lagi mengejar tampilan semata namun cahaya dari dalam yang keluar di rasakan banyak orang. Senyummu jadi senyum orang lain, sukacitamu jadi penghiburan bagi sesama, perjuanganmu bertahan jadi inspirasi bagi mereka yang masih bergumul. Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan korban bencana di berbagai daerah
- Membangun kepedulian pada masyarakat sekitar – warga bantu warga.
NYANYIAN PENUTUP
KJ 424 – YESUS MENGINGINKAN DAKU
Syair: Jesus Wants Me for a Sunbeam, Nettie Talbot,
Terjemahan: Yamuger, 1982,
Lagu: Edwin Othello Excell (1851 – 1921)
Yesus menginginkan daku
bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada,
‘ku mengenangkanNya.
Refrein:
Bersinar, bersinar;
itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar,
aku bersinar terus.
Yesus menginginkan daku
menolong orang lain,
manis dan sopan selalu,
ketika ‘ku bermain. Refrein:

Komentar Anda