Dari Tekanan Jadi Jalan Kesaksian
NYANYIAN PEMBUKA
KJ 344 – Ingat Akan Nama Yesus
Syair: Take the Name of Jesus with You, Lydia Baxter, 1870,
Terjemahan: E. L. Pohan Shn., / Yamuger, 1975,
Lagu: William Howard Doane, 1871
Ingat akan nama Yesus,
kau yang susah dan sedih:
Nama itu menghiburmu
k’mana saja kau pergi.
Refrein:
Indahlah namaNya,
pengharapan dunia!
Indahlah namaNya,
suka sorga yang baka!
Bawa nama Tuhan Yesus,
itulah perisaimu.
Bila datang pencobaan,
itu yang menolongmu. Refrein:
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
KISAH PARA RASUL 8:4-13
RENUNGAN
Kadang hidup seperti berada di dalam “panci presto” – tekanan datang dari segala hal. Tekanan itu berupa: target pekerjaan atau bisnis, tuntutan sosial dan gaya hidup, kerumitan yang muncul di tengah keluarga dan berbagai kondisi yang menguras emosi. Tidak jarang tekanan-tekanan ini menyebabkan stress berat, kelelahan mental bahkan kehilangan asa. Tekanan tidak bisa dihindari, namun sikap terhadap tekanan bisa menentukan arah hidup kita. Memang tekanan tidak akan hilang, namun responnya dapat dikelola dan dikendalikan. Bisa menjadi beban yang melemahkan atau justru menjadi jalan yang membawa dampak positif.
Dalam Kisah Para Rasul 8, kita merasakan ironi. Setelah kematian Stefanus – seorang yang saleh – jemaat mula-mula sedang mengalami penganiayaan yang hebat. Mereka mendapatkan tekanan, diancam, dan dipaksa meninggalkan kenyamanan mereka. Krisis terjadi pada mereka. Mereka terpencar menjelajah ke seluruh negeri. Tekanan tidak membuat mereka berhenti. Luka tidak membungkam pemberitaan Injil. Justru dalam kondisi terdesak, Injil tetap bergerak makin luas. Filipus menjadi contoh nyata. Ia tidak menunggu situasi jadi ideal. Di Samaria, ia memberitakan Injil, ada banyak orang mendengar dan mereka jadi percaya. Tekanan tidak hilang namun Tuhan menjadikan jalan untuk pemberitaan Injil terus tersebar.
Apa tekanan hidup yang Saudara alami hari ini dan bagaimana respon Saudara? Tekanan sering menjadi ujian iman bagi kita. Apakah kita tetap berpegang teguh pada Tuhan dan tetap berdampak baik dalam hidup atau sebaliknya justru membuat kita menyerah dengan keadaan? Dalam kuasa Tuhan, tekanan bisa menjadi alat pembentukan dan jalan kesaksian. Mari belajar mengelola respon atas tekanan yang menghampiri. Bukan menyangkal namun berserah kepada Tuhan. Siapa tahu, justru dari tempat yang paling menekan Tuhan sedang membuka jalan agar terang-Nya dinyatakan. Amin.
DOA SYAFAAT
Gereja yang peduli dan menyatu dengan masyarakat.
NYANYIAN PENUTUP
NKB 200 – DI JALAN HIDUP YANG LEBAR, SEMPIT
Syair: Out in the Highways and Byways of Life / make Me a Blessing; Ira B. Wilson,
Terjemahan: E. L. Pohan,
Lagu: George S. Schuler,
Hak Cipta: Rodeheaver Co.,
Hak Cipta: George S. Schuler
Di jalan hidup yang lebar, sempit,
orang sedih mengerang.
Tolong mereka yang dalam gelap;
bawalah sinar terang!
Refrein:
Pakailah aku, jalan berkatMu,
memancarkan cahayaMu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.
Wartakan Kristus dengan kasihNya;
pengampunanNya penuh.
Orang ‘kan datang ‘pabila engkau
menjadi saksi teguh. Refrein:

Komentar Anda