Dalam Nama Tuhan Yesus
NYANYIAN PEMBUKA
NKB 216:1-2 – Tuhan, Engkaulah Hadir
Syair: En Medio de la Vida; Mortimer Arias,
Terjemahan: H. A. Pandopo,
Lagu: Antonio Auza,
Hak Cipta: Instituto Superior
Tuhan Engkaulah hadir di dalam hidupku;
sama dengan udara ‘ku hirup kasihMu.
Dalam denyut jantungku kuasaMu bekerja;
tubuh dan panca indra, ‘Kau menggerakkannya.
Refrein:
Dikau yang ‘ku kasihi dalam sesamaku
Dikau yang aku puji dalam ciptaanMu!
Juga di pekerjaan, ‘Kau, Tuhan, beserta,
juga Engkau dengarkan lagu keluh-kesah;
lagu mesin dan martil bising dan menderu,
lagu peras keringat naik kepadaMu. Refrein:
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
Kolose 3:12-17
RENUNGAN
Kita sering mendengar bagaimana doa diakhiri dengan mengucapkan “dalam nama Tuhan Yesus”. Mungkin banyak orang memahami sebagai akhir dari dosa saja. Pernahkah kita berpikir mengapa hal tersebut diucapkan dan apakah hanya dihayati dalam doa saja?
Dalam Kolose 3:12-17, Paulus tidak sedang bicara tentang ritual, namun tentang identitas serta cara hidup manusia baru. Ia mendorong untuk “mengenakan kasih”: belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran dan mengampuni. Hal ini menjadi menarik karena semua ini sebagai konsekuensi dari identitas pengikut Kristus – orang pilihan Allah. Mungkin kita berpikir, bahwa cara hidup manusia baru ini sangatlah sulit. Semua membutuhkan disiplin yang kuat dalam menerapkannya, sehingga hal tersebut tidak hanya sebagai nasihat dan anjuran namun sungguh nyata terjadi.
Paulus tidak berhenti pada daftar sikap saja, melainkan juga menyampaikan “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus”. “Dalam nama Tuhan Yesus” bukan hanya tentang dosa, tetapi tentang seluruh hidup. Artinya, setiap kata yang keluar dari mulut kita, setiap keputusan yang kita ambil, setiap respon yang kita berikan – semua membawa nama Tuhan Yesus. Maka, kalau orang melihat cara kita berbicara, bekerja, beraktifitas apakah mereka melihat Tuhan Yesus di dalam diri kita? Di sisi lain, “dalam nama Tuhan Yesus” menjadi sebuah kesadaran bahwa cara hidup identitas ini hanya bisa terjadi karena pertolongan dan anugerah Tuhan yang memampukan kita.
“Dalam nama Tuhan Yesus” bukan sekadar kalimat penutup doa. Ini adalah panggilan hidup yang menjadikan setiap bagian dan aktifitas hidup kita sebagai representasi Kristus. Mari, sebelum berbicara, bertindak, atau mengambil keputusan – berhenti sejenak dan bertanya “apakah ini mencerminkan Yesus?”. Akhirnya doa adalah tindakan, dan setiap tindakan adalah doa. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
- Membangun kepedulian dan menyatu dengan masyarakat
- Peperangan dan konflik antar bangsa segera berakhir serta terwujud damai sejahtera
NYANYIAN PENUTUP
NKB 122 – ‘KU INGIN BERPERANGAI
Syair dan lagu: IIk wens to sijn als Jesus; Joh. de Heer,
Terjemahan: Yamuger
‘Ku ingin berperangai laksana Tuhanku,
lemah lembut dan ramah, dan manis budiku.
Tetapi sungguh sayang, ternyata ‘ku cemar
Ya Tuhan, b’ri ‘ku hati yang suci dan benar.
‘Ku ingin ikut Yesus, mencontoh kasihNya,
menghibur orang susah, menolong yang lemah.
Tetapi sungguh sayang ternyata ‘ku cemar
Ya Tuhan, b’ri ‘ku hati yang suci dan benar.

Komentar Anda