Bola...Bola...Bola...
Dalam beberapa minggu ini fokus dunia ketiga negara; Amerika Serikat, Kanada, Meksiko. Ini karena piala dunia sedang berlangsung. Banyak grup whatsapp, media sosial, surat kabar cetak atau elektronik yang cetak. Karena pertandingan – pertandingan sepak bolanya diselenggarakan dini hari waktu Indonesia, orang rela begadang untuk menyaksikan tim kesayangannya. Orang teriak senang atau meratap karena kemenangan atau kekalahan. Dari yang main tebak – tebakan sampai yang menjadikan segala yang berbau bola sebagai perjudian. Semua fokus kepada pertandingan bola.
Bola itu bulat, benar adanya. Sebuah negara bisa bersukacita atau bersedih hanya karena sebuah bola yang dalam 90 menit diperebutkan 22 orang dari dua tim negara yang berbeda, adanya selisih gol dalam sebuah pertandingan. Dinamika dalam sebuah pertandingan begitu mudah berubah; tertawa atau menangis.
Sepak bola bisa menjadi kebanggaan sebuah bangsa jikalau tim negara yang didukungnya menang, namun juga bisa menjadi duka kalau tim negara yang didukung kalah. Sepak bola begitu menguasai kehidupan banyak orang dalam waktu beberapa minggu ini, bahkan tak jarang yang lebih penting menjadi terbengkalai karena bola.
Dalam kesadaran hidup tidak hanya tentang sepak bola, setiap orang mestilah mengingat tugasnya di dunia. Dalam kehidupan di tengah keluarga (sebagai suami atau istri, orang tua atau anak), dalam pekerjaan, dalam kehidupan sosial. Penting untuk mengingat bahwa hidup tidak hanya tentang sepak bola.
Jika semua kemeriahan ini selesai, orang patut ingat untuk melanjutkan hidupnya, kembali kepada kehidupan sebelum semuanya ini menjadi fokus dalam hidup mereka; menata kehidupan tanpa ada lagi gegap gempita tentang sepak bola.
Ingat kembali kepada fokus kehidupanmu, seperti yang dinasehatkan Paulus:
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap
hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (TB Kolose 3 : 23)
Jadilah orang – orang yang mengerjakan dengan segenap hati apa yang menjadi bagian kita. lakukan dengan penuh ketekunan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan dalam kehidupan ini. Percaya: Tuhan, sang sumber hidup menjadi pertolongan dan kekuatan bagi setiap orang yang mau bekerja dengan segenap hati. AW

Komentar Anda