Apa Kerjamu di Sini?
NYANYIAN PEMBUKA
KJ 026 – MAMPIRLAH, DENGAR DOAKU
Syair: Pass Me Not, O Gentle Saviour, Fanny J. Crosby, 1868
Terjemahan: E. L. Pohan, 1975
Lagu: William Howard Doane, 1870
Mampirlah, dengar doaku, Yesus Penebus.
Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
Refrein:
Yesus, Tuhan, dengar doaku;
orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
Di hadapan takhta rahmat aku menyembah,
tunduk dalam penyesalan. Tuhan, tolonglah! Refrein:
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB
1 RAJA-RAJA 19:9-18
RENUNGAN
Pernahkah saudara merasa lelah? Tidak hanya fisik namun juga mental. Merasa sudah melakukan banyak hal dan memperjuangkan segalanya, namun persoalan terus datang tidak berujung. Lelah, letih dan “nyala” diri mulai redup. Lalu bertanya pada diri sendiri tentang semua hal.
Elia seorang nabi besar bagi bangsa Israel. Setelah kemenangan besar di Gunung Karmel, Elia jatuh dalam ketakutan dan keputusasaan karena diancam Ratu Izebel. Elia merasa sendiri dan gagal. Elia yang kuat ternyata bisa sangat lelah dan bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Tuhan tidak meninggalkan Elia, tidak memarahi, namun terlebih dahulu memulihkannya. Elia dipelihara dengan diberi makan, waktu untuk istirahat dan diberi ruang untuk pulih. Lalu Tuhan bertanya pada Elia “Apa kerjamu di sini?”. Pertanyaan ini bukan sekadar soal aktifitas, namun tentang arah hidup, motivasi hati dan kesetiaan pada panggilan Allah. Tuhan hadir dalam cara yang lembut. Di Gunung Horeb, Elia mengalami angin besar, gempa, dan api, namun Tuhan tidak ada di sana. Tuhan justru dirasakan dalam suara angin sepoi-sepoi yang lembut.
Seringkali kita merasa pekerjaan atau pelayanan kita sia-sia karena hasilnya tidak langsung terlibat atau karena kita merasa kurang dihargai. Namun Tuhan mengingatkan bahwa pelayanan atau pekerjaan bukan soal hasil yang tampak, melainkan soal kesetiaan pada panggilan-Nya. Tuhan tidak meninggalkan kita dalam keputusasaan; Ia justru seringkali datang untuk melanjutkan pekerjaan dan tanggung jawab kita.
Mungkin hari ini Tuhan juga bertanya “Apa kerjamu di sini …. (nama pribadi)?
Apakah kita bekerja dan melayani hanya untuk kewajiban rutin atau kita melakukan dengan sepenuh hati sebagai bagian dari syukur kepada Tuhan? Sadari.. kita bisa hebat, namun juga bisa lelah dan putus asa. Seperti Elia, Tuhan selalu hadir untuk memberikan kekuatan baru dan harapan baru. Kesetiaan datang dari pengakuan akan lelahnya diri sekaligus percaya Tuhan yang merangkul untuk menguatkan kita. Amin.
DOA SYAFAAT
- Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
- Korban bencana di berbagai daerah
- Gereja yang memahami lingkungan dan menerangi sekitar.
NYANYIAN PENUTUP
NKB 189 – PEGANG TANGANKU
Syair dan lagu: Take Hold of My Hand; W. Elmo Mercer,
Terjemahan: K. P. Nugroho
‘Ku ingin selalu dekat padaMu,
ikut ‘Kau Tuhan tiada jemu;
Bila ‘Kau pimpin kehidupanku,
tak ‘kan ‘ku ragu, tetap langkahku.
Refrein:
O Jurus’lamat, pegang tanganku,
BimbinganMu yang aku perlu;
B’ri pertolongan dan kuasaMu,
o Tuhan Yesus, pegang tanganku.
Gelap perjalanan yang aku tempuh,
namun cerah berseri jiwaku;
susah kecewa di dunia fana,
damai menanti di sorga baka. Refrein:

Komentar Anda