Para Pejuang

Selamat pagi.
Jika amarah yang engkau bawa, hanya kehancuran yang engkau berikan.
Jika cinta yang engkau bawa, engkau menanam benih kehidupan.

Sepeda motor dengan gerobak berisi berbagai minuman sachet, termos air dan keperluan lainnya terparkir rapi di depan sekolah di masa akhir pandemi. Anak sekolah belum masuk, namun beberapa orang telah lalu lalang di jalan.

Demi untuk menyambung hidup, orang tidak lagi merasa malu dengan pekerjaan yang dilakukannya. “Yang penting halal”, itu kalimat yang sering diucapkan oleh mereka yang harus berjuang di sektor informal. Demi menghidupi keluarga, mereka berjuang.

Ternyata perjuangan tidak berhenti dengan berakhirnya pandemi. Kesulitan ekonomi masih terasa. Setiap orang harus berjuang supaya tetap bertahan di keadaan ekonomi yang tidak mudah.

Penurunan penghasilan, PHK, pencari kerja yang tak tertampung, pengangguran dialami oleh banyak orang.

Kuatlah para pejuang. Hidup memang sedang tidak baik-baik saja. Tetaplah berdoa dan giatlah bekerja, mencari kerja. Semua yang berusaha dan berharap, pasti mendapat.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Sapaan Pendeta