Keselamatan Menyeluruh Bagi Semua Orang

Saat teduh

Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya

 

Nyanyian Umat          

“Dengar, Dia Panggil Nama Saya”

 

Dengar, Dia panggil nama saya

Dengar, Dia panggil namamu

Dengar, Dia panggil nama saya

Juga Dia panggil namamu

 

Kujawab,“Ya, ya, ya!“         (2x)

Kujawab, “Ya, tuhan!“        (2x)

Kujawab,“Ya, ya, ya!“  

 

O, giranglah! O, giranglah!

Tuhan Yesus amat cinta pada saya

O, giranglah!

        

 

Bacaan I: Yesaya 66.18–23

Pesan yang penting dalam perikop ini

Perikop ini merupakan bagian penutup kitab Yesaya. Di sini nabi Yesaya menggambarkan penghakiman Allah, pengumpulan bangsa-bangsa, dan kemuliaan ciptaan baru. Bagian ini memiliki nuansa eskatologis (berkaitan dengan akhir zaman dan pemulihan akhir oleh Allah).

 

Dalam bagian ini diberitahukan bahwa Allah menerima setiap orang yang terbuka untuk diselamatkan. Artinya bukan hanya bangsa Israel yang bisa menerima tawaran-Nya dan beroleh keselamatan. Dari mereka yang diselamatkan, diharapkan ada kesediaan memperkenalkan kemuliaan Allah sehingga lebih banyak orang menerima tawaran-Nya dan kemudian diselamatkan juga. Jadi semacam keselamatan yang diterima secara berantai, dari orang yang satu ke orang yang lain, dan terus-menerus berlangsung, sebagai tanda persembahan diri orang yang telah diselamatkan.

 

Doa Pembuka

Dipimpin seorang anggota keluarga

 

Mazmur 89

Bacalah bagian ini dengan beberapa cara

  1. Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
  2. Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
  3. Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan

 

Bacaan II: Matius 8.1-13

Pesan melalui perikop       

 

Bagian Injil ini menuturkan kisah seorang kusta yang minta disembuhkan Yesus. Dengan tegas dan jelas Yesus menyatakan kesediaan-Nya menyembuhkan dia. Namun bukan hanya sakit fisiknya yang disembuhkan oleh Yesus, melainkan juga status sosialnya. Dengan kata lain, penyembuhan Yesus merupakan penyembuhan yang menyeluruh. Dia mengembalikan seseorang dalam keadaan yang pulih secara lahir dan batin.

Bagian satu lagi menggambarkan iman seorang perwira Kapernaum yang tak menyangsikan kuasa Yesus. Kuasa ini melampaui segala batas, termasuk budaya, adat, etnisitas, kebiasaan, bahkan keyakinan seseorang.  

                   

Mari kita melihatnya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).

Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:

  • Apakah kita percaya pada kuasa Yesus yang mempunyai kemampuan menyembuhkan atau memulihkan kita?
  • Bagaimana kita menerjemahkan percaya kita dalam bentuk pernyataan iman?

 

Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:

  • Apakah kita merasa kuasa Yesus berdampak dalam diri kita? Kapankah hal itu kita rasakan? Ketika sakit jadi sembuh? Ketika luka hati dipulihkan? Atau, kapan?
  • Apakah kita mau merendah di depan Yesus, menunjukkan kelemahan kita kepada-Nya?

Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:

  • Maukah kita merendahkan diri di hadapan Yesus dan meyakini pemulihan yang dilakukan-Nya (setiap saat) dalam diri kita, yang menjadikan kita lebih baik dan utuh, sehingga hidup tidak diwarnai takabur dan kesombongan?

 

Doa Bersama

Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa sebagai berikut:

  • Kesediaan mempersembahkan diri melayani umat Tuhan, dengan rendah hati dan kesediaan menerima perbedaan dalam diri orang lain
  • Kerelaan melayani dengan mengatur waktu sebaik mungkin demi kualitas pelayanan yang lebih optimal

 

Nyanyian Umat

KJ 383 – Sungguh Indah Kabar Mulia

  1. Sungguh indah kabar mulia;
    hai percayalah!
    Yesus Kristus tak berubah
    s’lama-lamanya!
    Darah-Nya tetap menghapus
    dosa dan cela.
    Ia hibur yang berduka.
    Puji nama-Nya!

Baik kemarin, hari ini,
s’lama-lamanya
Yesus Kristus tak berubah,
puji nama-Nya!
Puji nama-Nya, puji nama-Nya!
Yesus Kristus tak berubah,
puji nama-Nya!

 

  1. Ia cari yang berdosa,
    cari dikau pun.
    Datanglah, rendahkan hati,
    s’rahkan dirimu!
    Dulukala Ia sambut
    orang bercela;
    kini dikau pun disambut,
    diampuni-Nya.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga