Aku Tetap Dia

NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 212 – YA ALLAH, KASIHMU BESAR
Syair dan lagu: Januar Ishak
 
Ya Allah, kasihMu besar,
lebih besar dari segala,
tiada terduga dalamnya,
tiada terjangkau luasnya.
Ya Yesus, kasihMu besar,
lebih besar dari segala.
Hidup kekal Engkau beri
dan aku hidup berseri!
 
Refrein:
Dalam doa aku bersyukur
atas limpah kasihMu.
Ajar aku mengasihiMu
dan sesama manusia.

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

YESAYA 43:8-13

 

RENUNGAN

Terkadang ada momen dalam hidup tiba-tiba mengejutkan dan membuat risau: diagnosis tak terduga, PHK mendadak, kehilangan kekasih, atau sadar bahwa hidup tidak lagi berjalan seperti rencana. Dalam risau dan kebimbangan itu seringkali muncul kebingungan “apa yang bisa dilakukan? Atau apakah Allah masih di hidupku?”

Bangsa Israel bertanya hal yang sama ketika ada di pembuangan babel. Mereka hancur dan mengapa jika Allah berkuasa membiarkan semua ini terjadi? Dalam Yesaya 43 ini, Allah memanggil umat-Nya untuk melihat kembali siapa diri-Nya. Allah menantang para ilah untuk membuktikan kekuasaan mereka (ay. 9). Ketika tidak ada yang mempu menjawab, Allah justru menunjuk Israel – umat yang sedang babak belur, buta dan tuli secara rohani – untuk menjadi saksi-Nya (ay. 8,10). Umat mengira keterpurukan kota mereka berarti Allah ikut runtuh. Namun Allah menyarakan identitas-Nya sebagai Akulah Dia (Ani hu – Aku Tetap Dia), menegaskan bahwa Ia tidak pernah berubah sejak dahulu hingga kekal. Kesaksian yang paling kuat tidak lahir dari masa kejayaan, melainkan dari kedalaman kegelapan, di mana umat tetap menemukan Allah yang sama memegang kendali.

Kita sering menaruh iman pada keadaan: selama segalanya baik, Allah terasa dekat; sedangkan ketika segalanya runtuh, kita mempertanyakan kehadiran-Nya. Kesetiaan Allah tidak bergantung pada stabilnya hidup manusia. Allah tidak berubah ketika mengalami musibah, pekerjaan hilang, rumah tangga dalam keretakan, ketika tubuh sakit, atau ketika gereja mengalami masa sulit. Ia tetap Allah – hari ini, kemaren dan selamanya.

Seperti bangsa Israel, kitapun dipanggil menjadi saksi justru dari titik lemah dan rapuh hidup kita. Kesaksian di mana Allah yang tetap sama bahkan ketika masalah dan persoalanku belum usai. Amin.

 

DOA SYAFAAT

  • Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
  • Mendoakan saudara kita di Flores NTT yang sedang mengalami bencana gempa.  

 

NYANYIAN PENUTUP
PKJ 152 – PadaMu, Tuhan, Kuserahkan Jiwa Ragaku
Syair dan lagu: Helene Salamate Joseph
 
PadaMu, Tuhan, kuserahkan jiwa ragaku.
Menjadi hamba yang setia, taat padaMu.
Kuatkan aku, ya Tuhan, di dalam cobaan,
sehingga imanku teguh dan tahan godaan.
 
PadaMu, Tuhan, kuberikan janji yang teguh
mengikut Dikau, Tuhanku, seumur hidupku.
Teguhkan aku, ya Tuhan, di dalam tugasku,
agar seluruh hidupku memuliakanMu.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga