Semua Karena Anugerah Tuhan

Pujian Pembukaan

PKJ 183 : 1 – MARI SEBARKAN INJIL

 

Mari sebarkan Injil ke seluruh dunia;

mari kabarkan nama Yesus Mahamulia.

Besar kasihNya bagiku dan bagi kita

semua, Dia mati bagi umat manusia.

 

Refrein:

Mari sebarkan, hai mari wartakan;

keselamatan oleh Tuhan tiada terperi,

dan teruskan serta beritakan

rahmat Ilahi dalam Yesus diberi.

 

 

PEMBACAAN MAZMUR

Salah Seorang anggota Persekutuan Membacakan Mazmur 67

 

Doa Pembukaan dan Perenungan Firman

Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan

 

Pembacaan dan perenungan Firman

  • Yesaya 63:15-19 
  • Kisah Para Rasul 14:19-28

 

Semua Karena Anugerah Tuhan

 

Penderitaan yang dialami orang-orang dibuang ke Babel menjadikan mereka sadar dosa dan kesalahan mereka. Mereka sadar juga kuasa Tuhan dalam hidup mereka. Oleh karena itu mereka memohon kepada Tuhan;

 

Bukankah Engkau Bapa kami? Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala. Ya TUHAN, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, oleh karena suku-suku milik kepunyaan-Mu! Mengapa orang-orang fasik menghina tempat kudus-Mu, para lawan kami memijak-mijak bait kudus-Mu? Keadaan kami seolah-olah kami dari dahulu kala tidak pernah berada di bawah pemerintahan-Mu, seolah-olah nama-Mu tidak pernah disebut atas kami. (Yesaya 63:16-19 (TB))

 

Tuhan telah terbukti kasih-Nya kepada umat. Pembuangan bukanlah tanda Tuhan membenci mereka, sebaliknya supaya mereka sadar dengan kasih dan kuasa Tuhan atas bangsa Israel, menjadi peringatan bagi bangsa-bangsa.

 

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela (Mazmur 67:4-5))

 

Tindakan Tuhan menjadi pernyataan kepada bangsa lain, dan mereka bersyukur atas kasih yang Tuhan berikan.

Kejadian di Listra kala Paulus dan Barnabas dipuji sebagai dewa, namun dengan segera dilempari batu sampai-sampai orang yang melemparinya mengira Paulus sudah mati (Kis. 14:19) tidak menjadikan pemberitaan iman berhenti.

Setelah diselamatkan para murid, Paulus dan Barnabas mengabarkan Injil Kerajaan Allah, menguatkan iman jemaat, menetapkan penatua-penatua di masing-masing persekutuan, dan menyerahkan kepada Tuhan (mengutus mereka berkarya di tengah jemaat).

 

Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.

Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu. (Kisah Para Rasul 14:26-28 (TB))

 

Anthiokhia adalah titik Paulus dan Barnabas berangkat untuk pekabaran Injil, dan dalam perjalanan itu, mereka mengakhiri perjalanan Pekabaran Injilnya dan menceritakan bagaimana penyertaan Tuhan kepada mereka.

Tidakkah orang beriman percaya bahwa segala jalan yang ditempuh adalah karena Tuhan yang menuntun, memimpin dan menyertai?

 

SAAT HENING

Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :

  • Pemimpin muda yang dipersiapkan dengan baik dan benar.
  • Kesehatan anggota keluarga
  • (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)
  • Penutup

 

Pujian Penutup

PKJ 183 : 2 – MARI SEBARKAN INJIL

 

Bukalah hatimu, mari terima Dia.

Buanglah congkakmu dan tetaplah percaya.

Dekaplah Yesus Tuhanmu agar hidupmu berseri;

s’gala puji bagi Tuhan diberi.

 

Refrein:

Mari sebarkan, hai mari wartakan;

keselamatan oleh Tuhan tiada terperi,

dan teruskan serta beritakan

rahmat Ilahi dalam Yesus diberi.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga