Saat Teduh
Nyanyian Umat
PKJ 242 – Seindah Siang Disinari Terang
Seindah siang disinari terang
cara Tuhan mengasihiku;
seindah petang dengan angin sejuk
cara Tuhan mengasihiku.
Tuhanku lembut dan penyayang
dan aku mengasihi Dia.
KasihNya besar; agung dan mulia
cara Tuhan mengasihiku.
Sedalamnya laut seluas angkasa
cara Tuhan mengasihiku;
seharum kembang yang tetap semerbak
cara Tuhan mengasihiku.
DamaiNya tetap besertaku;
dan sorgalah pengharapanku.
Hidupku tent’ram; kunikmati penuh
cara Tuhan mengasihiku.
Doa Pembuka – Dipimpin seorang anggota keluarga
Pembacaan Mazmur = Mazmur 18:1-19
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 1 = Ayub 36:24-33, 37:14-24
(Dibaca secara bergiliran oleh seluruh anggota keluarga)
Bacaan 2 = Matius 8:23-27
(Dibaca oleh salah satu anggota keluarga)
Renungan
Badai tidak pernah meminta izin sebelum datang. Begitu pula dengan krisis di dalam kehidupan kita. Sering kali, kita merasa seperti Daud yang nyaris lemas dikepung “banyak air” pergumulan (Mazmur 18), atau seperti Ayub yang tak berdaya dihantam gelombang penderitaan yang melampaui nalar manusia (Ayub 36-37).
Ketika badai itu menghantam perahu hidup kita, apa reaksi pertama kita? Umumnya adalah kepanikan. Sama seperti para murid di Danau Galilea yang berteriak putus asa, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” (Matius 8). Dalam krisis, natur manusiawi kita cenderung meragukan kepedulian dan kekuatan Tuhan. Kita bahkan sering berbantah dan menuntut penjelasan-Nya.
Namun, kitab Ayub memperingatkan kita: “diamlah, dan perhatikanlah keajaiban-keajaiban Allah” (Ayub 37:14). Akal budi kita harus takluk di hadapan Sang Pencipta. Bukan panik, kita dipanggil untuk meniru hati Daud yang tidak diombang-ambingkan ketakutan, melainkan teguh menjadikan Tuhan sebagai bukit batu, perisai, dan tempat perlindungannya.
Ketenangan Daud bersumber dari keyakinannya akan Tuhan. Inilah praktik iman yang Yesus uji di atas perahu nelayan Galilea. Ketika Yesus bangun dan menghardik amukan ombak dengan satu kata—”Diam!”—Yesus mengukuhkan sebuah kebenaran terbesar: Allah Mahakuasa, Pencipta badai dalam kitab Ayub dan Penyelamat Daud di kitab Mazmur, telah hadir ke dunia di dalam diri Kristus. Yesus membuktikan bahwa Ia memegang kendali, tidak hanya atas alam semesta, tetapi juga atas setiap kekacauan hidup.
Badai kehidupan mungkin tidak langsung reda saat kita memintanya. Namun, pertanyaan utamanya bukanlah seberapa besar badai yang menerpa, melainkan: Apakah kita menyadari betapa besarnya Allah yang berada bersama kita di dalam perahu ini?
Jangan biarkan kepanikan menenggelamkan iman Anda. Merendahlah di hadapan-Nya, berdiam dirilah, dan percayalah bahwa Ia selalu peduli. Kuasa Kristus sanggup menopang dan membawa Anda melewati ombak seberat apa pun menuju ketenangan yang sejati.
Doa Bersama
(Dipimpin secara bergantian antara anggota keluarga)
Doakan agar setiap anggota keluarga mau untuk bekerjasama di dalam pelayanan di gereja.
Doakan agar setiap anggota gereja mau percaya bahwa Tuhan Yesus memegang kendali atas seluruh pergumulan kehidupan mereka.

Komentar Anda