Mari Sejenak Menoleh
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
SEJENAK AKU MENOLEH
(PKJ 244: 1)
Sejenak aku menoleh
pada jalan yang t’lah kutempuh.
Kasih Tuhan kuperoleh,
membuatku tertegun.
Jalan itu penuh liku,
kadang-kadang tanpa t’rang.
Tapi Tuhan membimbingku
hingga aku tercengang.
Kasih Tuhan membimbingku
dan hatiku pun tenang.
Pembacaan Kitab Mazmur 78 : 1-8, 17-29
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Ulangan 8:1-10
Perjanjian Baru : Roma 1:8-15
Renungan
Setiap kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat selalu dilengkapi dengan kaca spion di sebelah kanan dan kiri. Kaca itu berfungsi untuk membantu pengemudi dalam melihat keadaan di sekitar kendaraannya, agar ia dapat menentukan arah yang tepat dan selamat dalam mengendarainya. Tiap kali seorang pengemudi akan melakukan manuver putar balik atau berbelok selalu membutuhkan keberadaan spion ini, guna memastikan bahwa tidak ada halangan yang dapat membahayakan tindakannya itu.
Begitulah juga dalam kehidupan kita sebagai manusia yang menempuh perjalanan di tengah dunia ini. Sekali waktu, kita perlu untuk menengok ke belakang agar kita tahu apa yang telah terjadi dan kita alami selama ini dalam kehidupan kita. Tindakan menengok ke belakang ini bertujuan bukan untuk kita kembali pada masa lalu kita, melainkan untuk meneguhkan kita dalam melanjutkan langkah perjalanan kita menuju ke masa depan. Terkadang ada banyak peristiwa yang telah kita lalui yang dapat memberikan kita pelajaran berharga untuk perjalanan kita menuju masa depan. Dengan mengingatnya kembali akan membuat kita lebih kuat dalam menjalani hari-hari kehidupan kita dengan rasa syukur dan langkah yang penuh keyakinan.
Itulah juga yang dinasihatkan penulis dalam kitab Ulangan 8:1-10. Ia mengajak umat Allah untuk mengingat apa yang telah Allah lakukan di masa lalu, ketika mereka masih dalam perjalanan di padang gurun selama empat puluh tahun. Bagaimana Allah menuntun dan menyertai mereka dari waktu ke waktu. Allah jugalah yang telah memelihara mereka sepanjang perjalanan itu sehingga mereka bisa tiba di tempat tujuan mereka dengan baik. Penulis kitab Ulangan juga mengingatkan bahwa keberhasilan yang mereka raih selama ini merupakan bagian dari campur tangan Allah dalam hidup mereka. Karena itu, mereka diajak untuk tidak melupakan semuanya itu. Harapannya, ketika umat bersedia untuk mengingat itu semua, maka mereka akan hidup dalam rasa syukur kepada Allah dalam sepanjang jalan kehidupan yang mereka tempuh. Selain itu, berdasarkan apa yang telah mereka alami itu, umat diajak untuk tidak meragukan penyertaan Allah dalam hidup mereka dan bersedia untuk berpegang teguh pada perintah Allah serta hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.
Hal yang sama juga dinyatakan Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Roma. Dalam Roma 1:8-15, Paulus mengawali suratnya dengan ucapan syukur kepada Allah karena keteguhan iman jemaat Roma yang selama ini telah ia dengar. Rasa syukur Paulus lahir dari kesediaannya untuk mengingat apa yang telah Allah kerjakan dalam kehidupan Jemaat di Roma, sehingga mereka tetap teguh dalam iman percaya kepada Allah di tengah kehidupan mereka. Keteguhan iman ini telah tersiar di seluruh dunia atau di telinga umat Tuhan yang ada di tempat dan kota-kota lain. Tindakan Paulus yang mengingat karya Tuhan dalam kehidupan jemaat-Nya membuat ia mampu bersyukur sekalipun ia sendiri belum pernah mendatangi Jemaat Roma dalam perjalanan pelayanannya.
Belajar dari dua bagian firman Tuhan ini, kita diingatkan bahwa terkadang kita perlu sejenak menengok ke belakang untuk melihat karya Tuhan dalam kehidupan kita. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, jika kita renungkan dengan sungguh-sungguh menunjukkan adanya campur tangan Tuhan yang tidak pernah berhenti. Tuhan yang selalu menyertai dan memelihara kita dengan tangan kasih-Nya yang kuat. Kesadaran ini akan menolong kita untuk tetap teguh menjalani kehidupan kita ke depan yang mungkin diwarnai dengan berbagai tantangan dan godaan. Oleh karena itu, cobalah untuk sejenak menoleh ke belakang. Lihatlah bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupanmu. Bukankah dalam berbagai peristiwa yang terasa tidak mudah di masa lalu, ada Tuhan yang bekerja membuatmu mampu menghadapi semuanya dengan baik? Tuhan yang bekerja itulah, yang sekarang menyertai dan menuntun kamu dalam menjalani kehidupanmu. Karena itu, tetaplah teguh menjalani kehidupan yang Tuhan tunjukkan bagimu. Amin.
Doa Syafaat dan Penutup
Berdoalah agar pemerintah dapat meningkatkan pelayanan pendidikan secara merata di berbagai daerah yang ada di Indonesia, sehingga para pelajar dapat menikmati pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Nyanyian Penutup
SEJENAK AKU MENOLEH
(PKJ 244: 2)
Bukan kar’na aku baik
dipegangNya tanganku erat.
Bukan pula orang laik,
hingga aku didekap.
O, betapa aku heran,
dilimpahkan yang terbaik.
Dengan apa kunyatakan
kasih Tuhan yang ajaib?
Kulakukan, kusebarkan
kasih Tuhan yang ajaib.

Komentar Anda