Tuhan, Satu-satunya Tempat Berlindung yang Kokoh
Pujian Pembukaan
NKB 129 : 1 – 2 – INDAH MULIA, BAHAGIA PENUH
Indah mulia, bahagia penuh,
bersandarkan lengan yang kekal.
Damai dan berkat sungguh milikku,
bersandarkan lengan yang kekal.
Refrein :
Aman, aman dari bencana dan sesal,
aman, aman, bersandarkan lengan yang kekal.
O indah benar, ikut jalan-Nya,
bersandarkan lengan yang kekal.
Langkahku teguh, jalanku cerah,
bersandarkan lengan yang kekal.
PEMBACAAN MAZMUR
Salah Seorang anggota Persekutuan Membacakan Mazmur 86:11-17
Doa Pembukaan dan Perenungan Firman
Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan
Pembacaan dan perenungan Firman
- Yesaya 44:9-17
- Ibrani 6:13-20
Tuhan, Satu-satunya Tempat Berlindung yang Kokoh
Memilih adalah aktivitas yang dilakukan oleh setiap makhluk. Dari pilihan yang sederhana, sampai pilihan yang rumit.
Memilih setia kepada Tuhan atau kepada illah lain adalah salah satu pergumulan umat Israel, dan juga banyak orang.
Itulah yang ditegaskan oleh Yesaya.
Orang-orang yang membentuk patung, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka itu tidaklah memberi faedah. Penyembah-penyembah patung itu tidaklah melihat dan tidaklah mengetahui apa-apa; oleh karena itu mereka akan mendapat malu. Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah? Sesungguhnya, semua pengikutnya akan mendapat malu, dan tukang-tukangnya adalah manusia belaka. Biarlah mereka semua berkumpul dan bangkit berdiri! Mereka akan gentar dan mendapat malu bersama-sama. (Yesaya 44:9-11 (TB))
Padahal illah-illah itu adalah buatan manusia (Yes. 44:12-17). Padahal Israel punya Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.
Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah. (Mazmur 86:11-13 (TB))
Tuhan adalah satu-satunya pengharapan bagi orang yang percaya kepada-Nya.
Penulis kitab Ibrani menekankan;
Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. (Ibrani 6:17-20 (TB))
Dalam kepastian hidup di dalam Tuhan, tetaplah beriman dan menjaga hidup sampai akhirnya.
SAAT HENING
Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :
- Pemerintah yang menjamin kebebasan berpendapat.
- Kesehatan anggota keluarga
- (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)
- Penutup
Pujian Penutup
NKB 129 : 3 – INDAH MULIA, BAHAGIA PENUH
Tiada ‘ku cemas, takut pun enyah,
berdasarkan lengan yang kekal.
Hatiku tenang, ‘ku dihantar-Nya,
bersandarkan lengan yang kekal.
Refrein :
Aman, aman dari bencana dan sesal,
aman, aman, bersandarkan lengan yang kekal.

Komentar Anda