Pulang

Selamat pagi.
Hidupi apa yang baik.
Lakukan apa yang benar.

Menuruni punggung gunung Binaia memerlukan langkah hati-hati. Turunan yang curam mestilah membuat setiap langkah patut diperhitungkan sebaiknya supaya langkah akhirnya sampai kembali ke bawah.

Banyak orang -terutama pemula- kala bicara tentang mendaki gunung hanya memikirkan: naiknya lewat mana dan berapa lama, sunrise jam berapa, medan menuju puncak seperti apa, bagaimana logistiknya. Jarang orang yang memikirkan: bagaimana turunnya.

Menuruni punggung gunung sama pentingnya dengan mendaki gunung. Apa gunanya bisa mencapai puncak, melihat sunrise namun tak mampu menuruni gunung? Apa gunanya ribuan langkah naik, namun tak mampu melangkah pulang?

Menuruni punggung gunung berarti pulang; pulang kepada kehidupan keseharian, rutinitas, kepada yang terkasih. Pulang dengan tubuh yang berbeda; lebih segar, lebih kuat, lebih siap menghadapi tantangan berikutnya.

Foto Turun dr puncak Gunung Binaia, Seram Maluku, Indonesia oleh bapak Bambang Sarwoadji, anggota GKI Serpong wilayah Giri Loka, BSD.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Sapaan Pendeta