NYANYIAN PEMBUKA
https://youtu.be/_Ejk1ju_OqE?si=JbsjWX9OTep0Ea16
RENUNGAN
Kehidupan di kota sering membuat kita sibuk mengejar banyak hal: pekerjaan, pendidikan, keuangan, reputasi, dan berbagai target lainnya. Tanpa disadari, hal-hal tersebut dapat mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik Kristus dalam hidup kita.
Dalam Galatia 5:2-6, Paulus mengingatkan jemaat agar tidak mengandalkan sesuatu selain Kristus. Ada orang-orang yang merasa perlu menambahkan syarat-syarat tertentu untuk memperoleh keselamatan. Paulus menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah berbagai aturan lahiriah, melainkan iman kepada Kristus yang dinyatakan melalui kasih.
Pesan ini tetap relevan bagi kita. Mungkin kita tidak tergoda untuk mengandalkan aturan agama, tetapi kita bisa tergoda mengandalkan karier, kemampuan diri, atau pencapaian hidup sebagai sumber rasa aman dan identitas. Ketika hal-hal itu menjadi yang utama, Kristus perlahan tersingkir dari pusat kehidupan kita.
Mengutamakan Kristus berarti menempatkan-Nya di atas segala sesuatu. Kita tetap bekerja, belajar, dan berkarya dengan sungguh-sungguh, tetapi semua itu dilakukan dalam ketaatan kepada-Nya. Kesuksesan tidak membuat kita jauh dari Tuhan, dan tekanan hidup tidak membuat kita berkompromi dengan iman.
Di tengah kesibukan yang padat, marilah kita terus bertanya kepada diri sendiri: Apakah Kristus masih menjadi yang terutama dalam hidup saya? Sebab hanya ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, kita dapat menjalani segala aktivitas dengan arah dan tujuan yang benar. Amin.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
- Kaum muda yang kritis dalam berpikir dan bertindak.
- Kehidupan beriman secara pribadi dan keluarga agar tetap setia pada Tuhan.
- Kondisi bangsa dan negara.

Komentar Anda