Kenangan Masa Lalu

Selamat pagi.
Jika engkau punya tujuan, ada yang diperjuangkan.
Jangan pernah menyerah.
Biskuit yang banyak dihidangkan pada hari raya maupun pada hari biasa, terhidang di salah satu rumah. Melihat penampakannya, mana yang biasanya dipilih oleh anak-anak? Tentulah wafer. Kala bungkus atau kaleng biskuit dibuka, semua berlomba-lomba memburunya. Sekarang setelah beranjak dewasa, adakah masih memburu dan memilih wafer?
Kenangan masa lalu memang masih membekas. Apa yang dilakukan di waktu masih kanak-kanak tentulah dikenang selalu.
Namun, apakah seorang ayah atau ibu, akan berlomba dengan anaknya demi kesenangan diri sendiri? Bukankah sebagai orang tua, kita akan lebih banyak mengalah dari anak-anak kita? Hiduplah dari kenyataan bahwa kita sudah beranjak dewasa.
Biarkan kenangan masa lalu tetap di masa lalu, jangan dibawa ke masa kini. Biarkan dia menjadi masa lalu, dan ketika mengenangnya, kita hanya tersenyum melihat anak kita mengambil wafer kesukaan kita di waktu kanak-kanak.

Komentar Anda