Sebuah Tanda

Selamat pagi.
Hidup itu perjuangan.
Berjuanglah selama ada nafasmu.
Terbitnya mentari adalah sebuah tanda pagi telah hadir menyingkirkan gelapnya malam.
Dari kegelapan malam , langit menjadi abu-abu dan perlahan, seiring terbitnya mentari jingga mulai mendominasi langit, menggantikan abu-abu yang mulai pudar.
Pemandangan sekitar yang tadinya gelap, mulai menunjukkan warnanya dengan disinari cahaya keemasan dari mentari pagi. Makhluk-makhluk yang tadinya masih terlelap, perlahan mulai membuka matanya karena silaunya sinar mentari menyapa mereka.
Mentari pagi yang makin lama makin tinggi membuat yang tadinya sunyi, makin membuat bumi menggeliat di bawah sana, sedang para pendaki berhenti sejenak, terpukau dengan keindahan pagi yang jarang ditemui di kota. Pagi adalah sebuah kesibukan yang melewatkan indahnya matahari terbit karena kesibukan, juga karena susahnya mencari sosok penguasa pagi karena telah tertutup gedung-gedung tinggi.
Pagi tandanya adalah terbitnya mentari, senja tandanya adalah terbenamnya. Lalu, dalam hidupmu, apa tanda bahwa engkau hidup? Bernafas pasti, namun manusia hidup tak hanya bernafas. Ia juga menjadi berarti bagi sesama, bahkan bagi alam sekitar.
Peliharalah alam, jangan kau rusak. Tanggung jawabmu adalah mengusahakan dan memanfaatkan, bukan merusak dan menghabiskan.
Foto di punggung gunung Andong, kabupaten Magelang 13 Agustus 2024 pukul 5.49 WIB.

Komentar Anda