Tradisional

Selamat pagi.
Jika jalanmu tak mudah:
Miliki harapan sekecil apapun.
Namanya kue cincin. Terbuat dari tepung, gula dan air. Dibuat bundar dengan lubang di tengahnya, seperti donat, namun tak seempuk donat.
Kue cincin merupakan perpaduan budaya antara Betawi dan Tionghoa. Dihidangkan pada saat adanya pesta, atau pertemuan-pertemuan lainnya. Selain ada di kalangan Betawi dan Tionghoa, di beberapa tempat juga mengenal kue ini dengan nama yang berbeda. Kue manis ini cocok juga untuk teman kopi di sore hari, atau teman ngobrol dalam pertemuan-pertemuan.
Apa yang dibilang tradisional, tak selalu lenyap ditelan zaman. Di sudut-sudut kota dan di daerah antara desa dan kota, masih banyak dijumpai rumah tangga yang membuat kue ini, atau juga pedagang yang menjual kue cincin, sekalipun bukan merupakan jualan utamanya.
Apa yang tradisional, patutlah dilestarikan. Ini bukan tentang nostalgia namun tentang menjaga tradisi, budaya yang dimiliki oleh masyarakat. Sekalipun perkembangan zaman tak mungkin dibendung.

Komentar Anda