Undangan Dari Tuhan
NYANYIAN PEMBUKA
https://youtu.be/TdbABY-dNqc?si=59-0H8fEJ_F0m5PG
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB Keluaran 19: 1-9
RENUNGAN
Pernahkah Anda menerima undangan ke sebuah acara? Jika iya, tentu Anda akan mempertimbangkan akan hadir atau tidak. Bila hadir, apakah ada dresscode yang dimintakan oleh pihak yang mengundang. Lalu, Anda pasti akan menyiapkan diri untuk menghadiri dan memberikan dukungan atas undangan tersebut, apapun acaranya. Anda diundang tentu karena ada relasi yang khusus. Kehadiran Anda akan diharapkan dan ditunggu untuk memenuhi undangan tersebut.
Padang gurun Sinai dalam bacaan kita hari ini merupakan tempat di mana TUHAN mengundang bangsa Israel untuk hadir. Setelah tiga bulan keluar dari Mesir, bangsa itu tiba di padang gurun Sinai dan TUHAN berseru kepada Musa. Perkataan TUHAN pada waktu itu adalah sebuah undangan untuk berjalan bersama dengan Dia.
Setelah tiga bulan dituntun, dengan segala pertolongan dan dinamika perjalanannya, TUHAN mengundang bangsa itu untuk menjadi “… harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa …” (ay. 5, TB). Undangan ini diteruskan kepada tua-tua bangsa Israel oleh Musa. Sebagai pengantar pesan, Musa menyampaikan apa yang menjadi undangan TUHAN tersebut. Umat Israel merespons undangan itu dengan memberi jawab demikian, “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” (ay. 8) Kesediaan bangsa itu merespons undangan TUHAN sungguh baik. Ini menunjukkan ada relasi yang kuat antara umat dengan TUHAN.
Maka, sebagai pihak yang mengundang, TUHAN menentukan acaranya. “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu.” (ay. 9) TUHAN makin mendekatkan diri kepada umat Israel. Musa tetap menjadi perantara namun jarak antara TUHAN dengan umat tidak lagi jauh.
Hari ini kita diingatkan untuk mengingat relasi kita dengan Dia, Tuhan kita. Dengan karya-Nya yang ajaib, Dia menjadi begitu dekat dengan kita. Dia bukan Tuhan yang jauh, yang tidak dapat digapai atau dijumpai dengan mudah. Justru Tuhan mengundang kita untuk bersama dengan Dia, berjalan bersama dan melakukan pekerjaan baik yang disiapkan-Nya. Maka, kiranya kita bisa merespons undangan Tuhan ini dengan tepat.
Sebagaimana layaknya kita memenuhi undangan dari orang lain, kita menaruh hormat pada apa yang dimintakan atau diwajibkan oleh pihak yang mengundang. Demikian juga kepada Tuhan; kita mengikuti apa yang menjadi kehendak dan juga perintah-Nya. Lakukanlah itu dengan rasa hormat, tunduk penuh, dan kasih yang tulus, karena Tuhan telah lebih dulu mengasihi kita. Undangan dari Tuhan diberikan bukan karena kita baik, tapi karena Dia adalah Sang Mahabaik, sehingga kita dikasihi dan disayangi-Nya.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
- Tersedia lapangan pekerjaan yang sesuai zaman.
- Kehidupan beriman secara pribadi dan keluarga agar tetap setia pada Tuhan.
- Perdamaian dunia dan keadilan bagi semua orang.
NYANYIAN PENUTUP

Komentar Anda