Damai Yang Lahir Dari Proses

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

PKJ 267 – Damai Di Dunia 

 

Damai di dunia dan kitalah dutanya.
Damai sejahtera, amalkanlah maknanya,
Allah, Bapa kita, kita anakNya,
rukun bersaudara penuh bahagia.
Damai di dunia dan inilah saatnya.
Ucapkan ikrarmu, jalankan perintahNya,
setiap kata dan karya kita memuji namaNya.
Damai di dunia, kini dan selamanya.
Kini dan selamanya.

 

PEMBACAAN KITAB MAZMUR 66 : 8 – 20

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

 

PEMBACAAN ALKITAB 

Kej. 8: 13-19, Yoh. 14: 27-29

 

RENUNGAN

Damai Yang Lahir Dari Proses

 

Setiap orang ingin damai.
Tetapi tidak semua orang mau melalui proses menuju damai. Kita sering berdoa: “Tuhan, beri saya ketenangan…” Tetapi kita menolak: proses, tekanan dan masa penantian. Padahal dalam Alkitab, damai bukan sesuatu yang instan. Damai sering lahir dari perjalanan panjang bersama Tuhan. Nuh mengalami banjir besar sebelum melihat daratan. Pemazmur mengalami kesesakan sebelum bersaksi. Murid-murid mengalami kegelisahan sebelum menerima damai dari Yesus. Damai sejati bukan tidak ada masalah…tetapi hadirnya Tuhan di tengah proses.

 

  1. Mazmur 66:8–20 — Dari Ujian Menuju Kesaksian

Pemazmur mengajak bangsa untuk memuji Tuhan karena: Tuhan menguji mereka (ay. 10), Mereka melewati api dan air (ay. 12). Tetapi akhirnya dibawa ke kelimpahan “Engkau telah membawa kami keluar ke tempat yang berkelimpahan.” Ujian bukan akhir cerita. Ujian adalah jalan menuju pemulihan. Dan bagian penting: Tuhan mendengar doa (ay. 19). Tuhan tidak jauh dalam proses. Tuhan hadir dan mendengar

  1. Kejadian 8:13–19 — Setelah Badai, Ada Awal Baru

Setelah air bah: Nuh keluar dari bahtera, Dunia tidak lagi sama. Tetapi hidup dimulai kembali.

Perhatikan: Nuh tidak keluar sebelum waktunya. Ia menunggu sampai Tuhan menyuruhnya keluar.

Keselamatan bukan hanya keluar dari masalah tetapi keluar dalam waktu Tuhan.

Ini adalah awal dari kehidupan baru: dari kehancuran menjadi harapan

  1. Yohanes 14:27–29 — Damai yang Berbeda

Yesus berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu…”

Tetapi Ia menegaskan: “Bukan seperti yang diberikan dunia.”

Artinya: Damai dunia tergantung situasi. Damai Kristus tetap ada di tengah situasi. Yesus berkata ini sebelum penyaliban. Artinya damai diberikan di tengah ketidakpastian

 

Tiga hal penting berdasarkan teks Alkitab tersebut di atas:

  1. PROSES

Mazmur 66 : melewati api dan air
Kejadian 8 : melewati banjir besar

Hidup iman selalu melalui proses. Tidak ada pertumbuhan tanpa perjalanan

  1.   PENANTIAN

Nuh menunggu waktu Tuhan. Pemazmur bertahan dalam doa. Penantian bukan pasif. Penantian adalah kepercayaan aktif

  1. PERDAMAIAN

Yesus memberi damai sejati. Damai bukan hasil keadaan. Damai adalah pemberian Kristus.

 

Hidup iman adalah perjalanan: Dari air bah → daratan baru. Dari ujian → kesaksian. Dari ketakutan → damai sejahtera. Dan semua itu terjadi karena satu hal: Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dalam proses.

 

“Tuhan, kami sering ingin damai tanpa proses,
ingin hasil tanpa perjalanan.
Hari ini kami belajar:
bahwa dalam proses, Engkau hadir.
Dalam penantian, Engkau bekerja.
Dan dalam Yesus, kami menerima damai yang sejati.

Ajarlah kami untuk setia berjalan,
sampai kami melihat awal baru yang Engkau sediakan.
Amin.”

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang berbagi bercerita.

 

NYANYIAN PENUTUP

PKJ 203 – Ada Damai Sejaht’ra Allah

 

Ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah di hatiku.
Ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah,
ada damai sejaht’ra Allah di hatiku.

 

Ada damai sejaht’ra Allah;
kasih Allah berlimpah-limpah,
rahmat Allah bagaikan sungai di hatiku.
Sukacita berlimpah ruah,
‘ku memuliakan nama Tuhan,
‘ku memuliakan nama Tuhan di hatiku.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga