Dalam Tangan-Mu Hidupku
SAAT TEDUH
PUJIAN PEMBUKA
NKB 204 – Di Dunia Yang Penuh Cemar
Di dunia yang penuh cemar; antara sesamamu
hiduplah saleh dan benar. Nyatakan Yesus dalammu.
Reff
Nyatakan Yesus dalammu, nyatakan Yesus dalammu;
sampaikan Firman dengan hati teguh, nyatakan Yesus dalammu.
Hidupmu kitab terbuka dibaca sesamamu;
apakah tiap pembacanya melihat Yesus dalammu?
PEMBACAAN KITAB MAZMUR 31 : 1 – 5, 15 – 16
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
DOA PEMBUKA DAN FIRMAN
PEMBACAAN ALKITAB
Yer. 26: 20-24, Yoh. 8: 48-59
RENUNGAN
Dalam Tangan-Mu Hidupku
Ada momen dalam hidup ketika kita merasa terpojok. Disalahpahami… ditolak… bahkan diserang.
Kita berkata benar tapi dianggap salah. Kita hidup benar tapi dianggap ancaman. Kita setia tapi justru disingkirkan. Itulah pengalaman yang tidak asing bagi umat Tuhan.
Daud mengalaminya. Yeremia mengalaminya. Bahkan Yesus sendiri mengalaminya.
Namun di tengah tekanan itu, muncul satu pengakuan iman yang kuat:
“Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku…” (Mazmur 31:6)
Ini bukan sekadar doa, ini adalah penyerahan total di tengah ancaman nyata.
- Mazmur 31:1–5, 15–16 — Seruan Orang yang Tertekan
Mazmur ini adalah doa Daud saat dalam bahaya besar. Ia merasa dikejar dan terancam
Ia tidak menyangkal ketakutannya. Tetapi ia memilih percaya
Kunci: “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu” (ay. 16). Hidup bukan di tangan musuh, Hidup bukan di tangan keadaan dan Hidup ada dalam tangan Tuhan
- Yeremia 26:20–24 — Risiko Menyuarakan Kebenaran
Nabi Uria menyampaikan firman Tuhan, dibunuh. Yeremia menyampaikan hal yang sama, hampir dibunuh. Ini menunjukkan: Kebenaran tidak selalu diterima, bahkan bisa membawa risiko nyata
Namun ada satu hal penting: Tuhan tetap memelihara Yeremia melalui orang-orang yang dipakai-Nya. Ketaatan tidak menjamin kenyamanan. Tetapi ketaatan selalu berada dalam pemeliharaan Tuhan
- Yohanes 8:48–59 — Yesus Ditolak dan Diserang
Yesus dituduh: kerasukan setan, dianggap menghina Allah
Namun Yesus tidak mundur. Ia berkata: “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Ini adalah pernyataan keilahian (Aku adalah – Ego Eimi).
Reaksi mereka?
Mereka mengambil batu untuk melempari Dia. Kebenaran ilahi sering ditolak oleh hati yang keras.
Berdasarkan uraian tersebut diatas maka ada 3 hal penting sebagai berikut:
- PERCAYA
Mazmur 31 mengajarkan iman di tengah tekanan. Percaya bukan karena keadaan aman.
Percaya karena Tuhan tetap berdaulat
- BERANI
Yeremia dan para nabi mengajarkan keberanian. Berani menyuarakan kebenaran.
Walau tidak populer. Walau berisiko
- BERSERAH
Yesus menunjukkan penyerahan total kepada Bapa. Tidak melawan dengan cara dunia
Tidak mundur dari kebenaran. Hidup sepenuhnya dalam kehendak Allah
Renungan ini membawa kita pada satu titik iman: Hidup orang percaya bukan hidup tanpa masalah
tetapi hidup yang berada dalam tangan Tuhan.
Daud berseru, Yeremia bertahan, dan Yesus setia sampai akhir.
Dan kita hari ini dipanggil untuk melakukan hal yang sama: PERCAYA – BERANI – BERSERAH
“Tuhan, dalam dunia yang penuh tekanan,
ajar kami untuk tetap percaya.
Dalam ancaman yang nyata,
kuatkan kami untuk berani.
Dan saat kami tak berdaya,
bawa kami untuk berserah sepenuhnya kepada-Mu.
Karena hidup kami… ada dalam tangan-Mu. Amin.”
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang rajin bersekutu dan berdoa.
NYANYIAN PENUTUP
NKB 204 – Di Dunia Yang Penuh Cemar
Di sorga ‘kau kelak senang berjumpa sahabatmu,
berkat hidupmu dalam t’rang. Nyatakan Yesus dalammu.
Reff
Nyatakan Yesus dalammu, nyatakan Yesus dalammu;
sampaikan Firman dengan hati teguh, nyatakan Yesus dalammu.
Hiduplah kini bagiNya, berjiwa tetap teguh;
bimbinglah orang tercela melihat Yesus dalammu.

Komentar Anda