Kasih yang Mencari dan Menyelamatkan
SAAT TEDUH
PUJIAN PEMBUKA
NKB. 183 – Dulu ‘Ku Mencari
Dulu ‘ku mencari hanya kurnia,
kini ‘ku beroleh yang memb’rikannya.
Dulu perasaan pandu bagiku,
kini Firman Tuhan yang membimbingku.
Reff
Aku puji Yesus tak kenal lelah,
kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.
Dulu susah payah, giat berlelah,
kini pasrah diri aku berserah.
Dulu kematian membayangiku,
kini kes’lamatan milikku penuh.
Dulu ‘ku meraih tangan Tuhanku,
kini bahkan Dia yang menggandengku.
Dulu ombak laut menerpa keras,
kini jangkar kokoh tiada ‘ku lepas.
PEMBACAAN KITAB MAZMUR 31 : 9 – 16
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
DOA PEMBUKA DAN FIRMAN
PEMBACAAN ALKITAB
Yeh. 34: 1-16; Luk. 15: 1-7
RENUNGAN
“Kasih yang Mencari dan Menyelamatkan”
Hidup tidak selalu berjalan mudah. Ada saat di mana kita merasa terhimpit, tersesat, bahkan terlupakan. Mazmur 31 memperlihatkan jeritan hati yang tertindas, Yehezkiel 34 menegur gembala yang lalai dan menghadirkan Allah sebagai Gembala sejati, dan Lukas 15 menggambarkan kasih Tuhan yang mencari domba yang hilang.
Ketiga bacaan ini menegaskan satu kebenaran: Tuhan tidak tinggal diam melihat umat-Nya. Ia hadir, mencari, dan menyelamatkan dengan kasih-Nya.
- Menyerah
Mazmur 31:16 berkata, “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan hidupku.”
Di tengah kesesakan, pemazmur tidak mengandalkan dirinya sendiri, tetapi berserah kepada Tuhan. Menyerah di sini bukan berarti kalah, tetapi percaya penuh kepada Tuhan.
Ketika kita merasa lemah, takut, atau terjepit, justru di situlah kita belajar menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan yang setia.
- Mencari
Dalam Yehezkiel 34, Tuhan berkata bahwa Ia sendiri akan mencari domba-domba-Nya yang hilang. Dalam Lukas 15, Yesus menggambarkan seorang gembala yang meninggalkan 99 domba untuk mencari 1 yang hilang. Ini menunjukkan hati Tuhan: Ia tidak melupakan yang tersesat, Ia tidak membiarkan yang hilang dan Ia aktif mencari.
Kasih Tuhan adalah kasih yang bergerak mendekat kepada kita, bahkan saat kita menjauh.
- Menyelamatkan
Tuhan tidak hanya mencari—Ia juga menyelamatkan.
Domba yang ditemukan tidak dimarahi, tetapi dipulihkan dan dibawa pulang dengan sukacita.
Demikian juga hidup kita: Tuhan mengangkat dari keterpurukan, memulihkan dari dosa, dan memberi hidup yang baru. Keselamatan adalah karya kasih Tuhan yang nyata.
Hari ini kita diingatkan bahwa kita memiliki Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita.
Saat kita terhimpit—belajarlah menyerah kepada-Nya.
Saat kita merasa jauh—ingat bahwa Tuhan sedang mencari kita.
Dan saat kita ditemukan—terimalah kasih-Nya yang menyelamatkan.
Karena kasih Tuhan tidak pernah berhenti bekerja—Ia selalu mencari, menemukan, dan memulihkan hidup kita.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang saling terbuka dan percaya kepada Tuhan.
NYANYIAN PENUTUP
NKB. 183 – Dulu ‘Ku Mencari
Dulu rancanganku memb’ri ku senang,
kini hanya doa memb’ri ku tenang.
Dulu ‘ku merasa bimbang tak tentu,
kini ‘ku mendapat benteng yang teguh
Reff
Aku puji Yesus tak kenal lelah,
kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.
Dulu hasrat diri ‘ku ikuti t’rus,
kini ‘ku dibimbing sabda Penebus.
Dulu ‘ku menuntut, tak mau menyerah,
Kini Tuhan saja ingin ‘ku sembah
Dulu ‘ku berkhayal Yesus milikku,
kini ‘ku tak ragu Dia hartaku.
Dulu ‘ku bagaikan suluh yang pendar
kini ‘ku bercahya gilang dan benar.

Komentar Anda