Menata Ulang Hidup Demi Perbaikan dan Kedamaian

Saat teduh

Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya

 

Nyanyian Umat          

NKB 1 “Hai Kristen, Nyanyilah“

 

Hai Kristen, nyanyilah – Haleluya! Amin!
Rajamu pujilah – Haleluya! Amin!
Padukan suaramu di dapan Tuhanmu,
nyanyikanlah merdu – Haleluya! Amin!

 

Hatimu angkatlah – Haleluya! Amin!
Mari bersoraklah – Haleluya! Amin!
Tuhan Sahabatmu tinggal bersamamu,
kasih-Nya pun teguh – Haleluya! Amin!

 

 

Bacaan I: Keluaran 24.1-11

Pesan yang penting dalam perikop ini

Sering disebut sebagai upacara konfirmasi perjanjian Sinai, bagian ini menggambarkan 3 hal penting, yakni:

  1. Undangan perwakilan Israel untuk naik dan menyembah (ay. 1–2)
  2. Upacara pengikatan perjanjian melalui firman, korban, dan darah (ay. 3–8)
  3. Perjamuan perjanjian di hadapan Allah (ay. 9–11)

Allah menunjukkan konsistensinya memelihara hubungan dengan umat-Nya, dan meminta umat juga tetap merespons sapaan-Nya dengan ketulusan dan kejujuran. Selanjutnya umat diminta berkomitmen terhadap panggilannya serta perjanjian yang telah diikat dengan Allah.

 

Doa Pembuka

Dipimpin seorang anggota keluarga

 

Mazmur 134

Bacalah bagian ini dengan beberapa cara

  1. Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
  2. Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan
  3. Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan

 

Bacaan II: Yohanes 21.1-14

Pesan melalui perikop 

 

Ini merupakan cerita tentang penampakan ketiga Yesus di hadapan para murid. Dalam teologi kebangkitan, hadirnya Yesus di tengah para murid bisa diterjemahkan sebagai tanda Yesus hadir di dalam keseharian manusia, bukan hanya dalam situasi yang khusus.

Belajar dari apa yang diceritakan dalam tulisan ini, mari kita merefleksikannya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).

Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:

  • Apakah hadirnya Yesus terjadi dalam kegiatan sehari-hari kita? Apa saja, misalnya?
  • Apakah kehadirannya memberi dampak pada pekerjaan yang kita usahakan, seperti berhasilnya para murid menangkap ikan?  

 

 

Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:

  • Apakah kita merasakan Yesus yang hadir dalam hidup kita itu mengasihi kita, sehingga kita lebih tenang dan damai menjalani hidup? Atau, tidak ada pengaruh apa pun dalam hadir-Nya?

 

 

Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:

  • Jika kita mengalami dampak baik dari hadir-Nya, akankah kita terus memperbarui komitmen hidup kepada-Nya? Misalnya membaca Alkitab setiap hari, bersaat teduh dan berdoa dengan sungguh, dan sebagainya?

 

Doa Bersama

Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa:

  • Agar umat dipenuhi kesadaran bahwa kita tak bisa hidup tanpa Yesus
  • Agar umat mau berkomitmen pada janji yang telah dibuatnya dengan Tuhan di masa lampau, serta bersyukur Tuhan terus menyertainya dalam perjalanan hidup, setiap hari

 

Nyanyian Umat

KJ 376 ”Ikut Dikau Saja Tuhan”

 

Taat, setia, bertekad yang bulat,
itulah janji Tuhan padamu.
Di bawah panji yang mulia berdaulat,
kami ‘kan angkat perang bagimu.

 

Angkat semboyan, jangan diamkan!
Tiup serunai dan maju terus!
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Kristuslah Raja serta Penebus!

Taat, setia, teguh bersekutu
dengan Engkau, ya Pemimpin besar.
Kar’na penuh kasih sayang pada-Mu
kami sedikit pun tidak gentar.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga