Kecaplah dan Bertumbuhlah

NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 138 – SETIAMU, TUHANKU, TIADA BERTARA
Syair: Great Is Thy Faithfulness, Thomas O, Chisholm, 1923,
Terjemahan: E. L. Pohan, +/- 1976/Yamuger, 1982,
Lagu: William M. Runyan, 1923
 
SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.
Refrein:
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas *).
 
Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.

 

DOA PEMBUKA


BACAAN ALKITAB      

1 PETRUS 2:1-3

 

RENUNGAN

Seorang bayi yang baru lahir jika didekatkan pada ibunya, akan memiliki insting kuat untuk mencari air susu ibunya. Bayi tersebut akan mencari-cari, dan menangis hingga mendapatkan apa yang ia butuhkan. Hal ini terjadi karena bayi membutuhkan air susu supaya ia bisa keyang dan paling utama bertumbuh.

Petrus menggunakan metafora yang indah ini untuk menggambarkan kehidupan iman kita.  Ia memberi nasihat kepada jemaat yang sedang tercerai berai, tertekan dan hidup sebagai orang asing. Ia menyampaikan tentang resep pertumbuhan iman. Resep pertama dengan membuang segala hal yang merusak seperti kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian dan segala fitnah. Resep kedua dengan menjadi seperti bayi yang baru lahir yang selalu ingin akan air susu murni dan yang rohani. Ini bukan mundur ke masa kecil tapi tentang Firman Tuhan haruslah menjadi nutrisi utama. Kerinduan mendalami Firman Tuhan seperti seorang bayi yang merindukan air susu. Air susu bagi seorang bayi adalah kebaikan yang memberikan pertumbuhan baginya. Demikian juga kehidupan iman akan terus bertumbuh manakala kita mengecap Firman Tuhan dalam kehidupan.

Mengencap berarti mengalami sendiri. Saat kita menyadari betapa baiknya Tuhan dalam mengampuni dan memulihkan, maka kita makin rindu untuk mendalami Firman Tuhan yang menuntun kehidupan kita. Pertumbuhan iman pun juga makin nyata dalam setiap sikap dan tindakan sehari-hari. Tantangannya adalah kesetiaan. Pertumbuhan spiritual tidak terjadi seacra instan, namun dimulai dari pilihan harian kita. Memilih untuk mengecap Firman Tuhan di tengah kesibukan. Sebab, hanya mereka yang terus menerus mengecap kebaikan Tuhan melalui Firman akan terus bertumbuh makin dewasa, dan berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin.

 

DOA SYAFAAT

  • Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat
  • Membangun kepedulian dan menyatu dengan masyarakat
  • Peperangan dan konflik antar bangsa segera berakhir serta terwujud damai sejahtera
     

NYANYIAN PENUTUP
PKJ 282 – TUHAN, TOLONGLAH, BANGUNKAN IMAN
Syair: B. Fobia, 1998 (1945 – 1999),
Lagu: Mai falie (Rote, Timor)
 
Tuhan, tolonglah, bangunkan iman;
pulihkanlah kasih yang remuk.
Ubahlah hatiku, jamahlah diriku
biar di tanganMu berbentuk.
Tuhan, tolonglah bangunkan iman;
pulihkanlah kasih yang remuk.
 
Hati bersujud, jiwa menyembah;
hidupku masyhurkan kasihMu.
T’rimalah baktiku, layakkan diriku
untuk kemuliaan namaMu.
Hati bersujud, jiwa menyembah;
hidupku masyhurkan kasihMu.
 
Harta dan karya, takhta dan nama
kusembahkan bagi namaMu.
T’rimalah, ya Tuhan, baktiku bagiMu
dan berkati akta imanku.
Harta dan karya, takhta dan nama
kusembahkan bagi namaMu.
 
Urapi, Tuhan, bibir mulutku
jadi saksi kebaikanMu.
Pakailah diriku, berkati budiku
untuk melukiskan kasihMu.
Urapi, Tuhan, bibir mulutku
jadi saksi kebaikanMu.
 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga