Iman Pada Kebangkitan
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
Dikau Yang Bangkit, Mahamulia
(KJ 194 : 1-2)
Dikau Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!
Turun malak sorga putih cemerlang;
kubur ia buka, tanda Kau menang.
Refrein:
Dikau, Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!
Lihatlah Dia, Yesus, Tuhanmu!
Dialah Mesias; yakinlah teguh!
Mari, umat Tuhan, bergembiralah!
Bertekun maklumkan kemenanganNya!
Pembacaan Mazmur 114
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Hakim-Hakim 6:36-40
Perjanjian Baru : 1 Korintus 15:12-20
Renungan
Mempertahankan iman pada kebangkitan bukanlah perkara yang mudah bagi orang Kristen di masa-masa awal Kekristenan. Tidak seperti kita sekarang yang dengan mudah percaya bahwa kelak ketika kita meninggalkan dunia ini, maka kita akan dibangkitkan bersama dengan Kristus yang bangkit. Orang Kristen di masa itu, terutama yang tergabung dalam persekutuan Jemaat Korintus sempat mengalami ketegangan dan kebimbangan atas iman pada kebangkitan orang mati. Mereka bukanlah orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Justru karena mereka tahu berbagai pandangan tentang orang mati yang berkembang saat itu, maka mereka ragu untuk mengimani kebangkitan orang mati.
Berdasarkan tafsir historis kritis, setidaknya ada dua pandangan yang pada masa itu memengaruhi pemikiran orang-orang Kristen di Korintus. Pertama, pengaruh dari orang-orang Saduki yang secara dogamtis memang tidak pernah percaya pada kebangkitan orang mati. Dan kedua, pengaruh budaya Yunani. Orang Yunani percaya bahwa jiwa itu abadi, sedangkan tubuh jasmani dianggap jahat atau rendah. Kebangkitan fisik dianggap sebagai kembali ke penjara tubuh, sehingga gagasan tentang kebangkitan orang mati tidak masuk akal bagi mereka.
Melalui, 1 Korintus 15: 12-20 ini, Paulus berusaha untuk meyakinkan orang-orang Kristen di Korintus untuk tidak ragu pada kebangkitan orang mati. Paulus menggunakan pendekatan logis untuk membalikkan keraguan mereka. Jika tidak ada kebangkitan, maka Kristus juga tidak bangkit. Jika Kristus tidak bangkit, maka pemberitaan para rasul adalah dusta. Jika tidak ada kebangkitan, maka orang Kristen adalah yang paling malang karena mereka menghadapi penganiayaan tanpa kepastian masa depan. Paulus menegaskan bahwa yang benar ialah “Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.” (ay. 20)
Belajar dari pengalaman Jemaat Korintus ini, kita diingatkan bahwa di dalam kehidupan ini, selalu saja ada orang-orang yang berusaha memengaruhi kita untuk meragukan iman percaya kita pada Kristus. Di tengah situasi yang demikian, kita perlu untuk kembali menegaskan iman percaya kita kepada Kristus. Sebab, jika tidak, maka kita justru akan kehilangan kesempatan untuk tetap hidup bersama dengan Kristus yang telah bangkit itu. Pengaruh-pengaruh itu akan membawa kita semakin jauh dari Kristus.
Oleh karena itu, berhati-hatilah dan bersikaplah kritis dengan pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Jangan asal terima dan ikuti tanpa merenungkan dan memperjumpakannya dengan kabar baik yang telah Allah nyatakan melalui firman-Nya. Saringlah setiap pengaruh itu dengan ajaran Tuhan. Pakailah yang sesuai, dan tinggalkan yang tidak sesuai dengan firman-Nya. Dengan cara inilah kita akan tetap bisa bertahan di tengah segala tantangan yang mengoda kita untuk meragukan iman percaya kita. Selamat menjalani kehidupan. Tuhan memberkati. Amin.
Doa Syafaat dan Penutup
Berdoalah agar pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru-guru yang melayani di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Nyanyian Penutup
Tuhan T’lah Bangkit
(PKJ 91:1-2)
Tuhan t’lah bangkit, haleluya!
Bersukacita, haleluya!
Dengarlah suara dari sorga:
Kristus t’lah bangkit, haleluya!
Hai manusia, dengar Tuhanmu,
Pujilah Dia yang menebusmu.
Bersorak-sorak dan bergemar:
Kristus t’lah bangkit, haleluya!
Pujilah Dia, haleluya!
yang disalibkan, haleluya!
Dosamu ditebus olehNya
untuk selama-lamanya.
Dosa terhapus oleh darahNya.
Dalam kasihNya ‘ku bahagia!
Mari bersyukur dan pujilah:
Kristus t’lah bangkit, haleluya!

Komentar Anda