Kita Bikin Romantis
NYANYIAN PEMBUKA
https://youtu.be/7_qKeDXj0sw?si=XngGvvU_d4zVVDwb
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB Kidung Agung 2: 8-15
RENUNGAN
Apa kesan Anda saat membaca bagian kitab ini? Romantis, bukan? Ya, memang wajar jika pasangan yang sedang kasmaran bermimpi diajak ke tempat-tempat indah. Apalagi dikatakan di dalam bacaan kita bahwa “… musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu… (ay. 11, TB)”. Suasana setelah hujan terasa segar. Musim setelah musim dingin adalah musim semi, di mana semua bunga bermekaran dan menunjukkan keindahannya (ay. 12).
Kita bisa memaknai kitab Kidung Agung ini sebagai wujud cinta kasih Tuhan kepada kita. Tuhan ingin menunjukkan hal-hal yang indah, setelah kesusahan dan penderitaan berlalu. Tuhan memang romantis, Dia selalu ada dalam setiap musim kehidupan.
“… Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! (ay. 13)” Tuhan bahkan melihat kita sebagai sosok yang manis, indah, cantik. Walaupun kita berdosa, tapi Tuhan melihat keindahan dalam diri kita. Romantis, kan? Namun seringkali kita merasa begitu kotor dan hina sehingga menjauh dari Tuhan. Tuhan memanggil kita: “Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkan wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu! (ay. 14)” Lihatlah, betapa berharganya kita di mata Tuhan! Jangan pernah merasa bahwa Tuhan tidak sayang, tidak peduli, tidak memperhitungkan kita. Kita begitu berharga di mana-Nya, sehingga memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus kita. Romantis, kan?
Maka kita perlu memperhatikan ayat 15 dari bacaan kita. “… rubah-rubah yang kecil…” adalah lambang keberdosaan yang “… merusak kebun-kebun anggur…”, yaitu iman dan kasih kita kepada Tuhan. Mengapa rubah? Rubah biasanya berlaku licik, curang. Rubah yang kecil sulit ditangkap karena lincah sekali.
Maka, ayat 15 ini mau mengingatkan kita untuk tidak menyerahkan keindahan kita pada hal-hal kecil yang merusak relasi kita dengan Tuhan. Misalnya: tidak berdoa. Sering kali doa disepelekan dan dilupakan. Tidak berdoa sebelum berangkat ke suatu tempat, toh tetap selamat sampai di tujuan. Hal kecil seperti ini membuat kita lupa bahwa kita perlu berelasi dengan Tuhan. Komunikasi kita dengan Tuhan tetap harus dijaga, jangan sampai terlewat atau terlupa. Begitu romantisnya Tuhan bagi kita, lantas seperti itukah balasan kita kepada-Nya?
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
- Tersedia lapangan pekerjaan yang sesuai zaman.
- Kesehatan orang-orang terkasih.
- Perdamaian dunia.
NYANYIAN PENUTUP

Komentar Anda