Bila Hidup Berakhir, Dimanakah Aku Berada?
Saat teduh
Setiap anggota keluarga menenangkan diri, tanpa suara dan memusatkan perhatian pada Tuhan, Sumber cinta kasih
- Mazmur berbalasan
Satu orang membacakan bagian yang mengarah ke kiri, dan sisanya – anggota keluarga lain membacakan bagian yang mengarah ke kanan
- Nyanyian Bersama
“Kumasuki Gerbang-Nya”
– dinyanyikan 2x –
Kumasuki gerbang-Nya dengan hati bersyukur
Halaman-Nya dengan pujian
Kataku, “Hari ini, harinya Tuhan“
Ku bersuka s‘bab Dia girangkanku
Dia girangkanku, oh, Dia girangkanku
Ku bersuka s‘bab Dia girangkanku ooo
Dia girangkanku, oh, Dia girangkanku
Ku bersuka s‘bab Dia girangkanku
- Seorang membaca Yeremia 32.1-9, 36-41
- Doa
Dipimpin oleh seorang anggota keluarga
- Seorang membacakan Matius 22.23-33
- Perenungan Firman
Seorang membacakan perenungan
Banyak orang suka berpikir. Apakah di antara pemikiran itu ada yang berisikan kekhawatiran tentang kematian? Jika selama ini dalam berbagai seru dan sapa dari mimbar gereja diberitakan janji kebangkitan orang dari matinya – dan ditegaskan juga melalui pengakuan iman rasuli – apakah samasekali tidak ada keraguan mengenai kenyataan yang sebenarnya?
Di zaman Yesus, ada kelompok yang dinamai Saduki. Mereka tidak percaya orang mati bisa bangkit – atau dibangkitkan – kembali. Oleh karena itu mereka bertanya kepada Yesus tentang hal ini dengan cara berpikir yang biasa mereka gunakan. Berhubung Yesus adalah orang Yahudi – yang menerima dan menerapkan hukum Taurat – maka mereka menggunakan pendekatan hukum Taurat untuk menguatkan pertanyaan mereka.
Dalam benak mereka, konsep tentang kebangkitan orang mati itu artinya dalam dunia orang mati ada kehidupan seperti sebelum mereka meninggal. Hanya saja dunianya lain dengan dunia sekarang ini. Jadi aturan yang mengikat mereka di dunia sekarang ini harus diberlakukan juga di dunia setelah kematian.
Terhadap hal itu, Yesus mengatakan bahwa mereka itu sesat. Mengapa? Karena mereka mendengar tentang Allah yang membangkitkan orang mati, namun mereka tidak percaya.
Refleksi:
- Kita pernah mendengar tentang Tuhan Yesus yang bisa membangkitkan orang mati. Apakah kita yakin Tuhan Yesus bisa melakukan itu terhadap kita?
- Jika kita yakin bahwa setelah mati kita akan dibangkitkan kembali, apakah kita pernah mereka-reka atau membayangkan dalam bentuk apa kita akan hidup kembali?
- Jika kita memikirkan hal semacam itu, akan jadi takutkah kita terhadap kematian?
- Doa Syafaat
Pokok Doa:
Agar jumlah pelayan Tuhan, khususnya di bidang persekutuan dan kesaksian pelayanan, semakin bertambah
- Nyanyian Bersama
KJ 278 “Bila Sangkakala Menggegap”
Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti,
fajar baru yang abadi merekah;
bila nanti dibacakan nama orang tertebus,
pada saat itu aku pun serta.
Bila nama dibacakan,
bila nama dibacakan,
bila nama dibacakan,
pada saat itu aku pun serta.
Bila orang yang telah meninggal dalam Tuhannya
dibangkitkan pada pagi mulia
dan berkumpul dalam rumah yang lestari dan megah,
pada saat itu aku pun serta.
Dari pagi hingga malam, mari kita bekerja
mewartakan kasih Tuhan yang mesra.
Bila dunia berakhir dan tugasku selesai,
nun di rumah Tuhan aku pun serta

Komentar Anda