Kuasa Allah

Saat Teduh

 

Nyanyian Pembuka 

 

Agungkan Kuasa NamaNya

(KJ 222A: 1, 3)

 

Agungkan kuasa namaNya; 

malaikat bersujud!

Nobatkan Raja mulia 

dan puji Tuhanmu!

Nobatkan Raja mulia 

dan puji Yesus, Tuhanmu!

Kau Israel pilihanNya,

Dosamu ditebus!

Mesiasmu terimalah

Dan puji Tuhanmu!

Mesiasmu terimalah

Dan puji Yesus, Tuhanmu!

 

Pembacaan Mazmur 143

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

Doa Pembuka dan Firman

(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)

Pembacaan Alkitab

Perjanjian Lama   : 1 Raja-Raja 17:17-24

Perjanjian Baru    : Kisah Para Rasul 20:7-12

Renungan 

   Apa yang akan terjadi ketika kuasa Allah bekerja dalam diri seseorang? Jika kita membaca pada dua bagian bacaan kita pada hari ini, maka kita akan melihat bagaimana kuasa Allah bekerja pada diri dua orang yang berbeda dan dalam konteks zaman yang berbeda pula. Yang pertama, dalam kitab 1 Raja-Raja 17:17-24, kita dapat melihat bahwa Allah bekerja dalam diri Elia sehingga membuat anak perempuan janda Sarfat yang tadinya sakit keras sampai tidak ada nafasnya lagi mengalami pemulihan dalam hidupnya. Elia memohon kepada Allah dalam doanya, dan Allah menyatakan kuasa-Nya sehingga nyawa anak itu dipulangkan ke dalam tubuhnya dan ia hidup kembali.

    Demikian juga yang terjadi dalam diri Paulus, saat ia ada di Troas. Bacaan kita dalam Kisah Para Rasul 20:7-12 memberitakan kepada kita, bahwa seorang pemuda yang bernama Eutikhus sedang mendengarkan apa yang dibicarakan Paulus. Namun, karena pembicaraan itu berlangsung cukup lama, maka si pemuda itu tidak dapat menahan rasa kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan karena ia duduk di jendela, maka jatuhlah ia dari lantai tiga rumah itu. Ketika diangkat orang, ia sudah mati. Paulus yang melihat peristiwa itu, kemudian turun ke bawah, dia merebahkan dirinya di atas tubuh si pemuda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.” Dan benarlah yang dikatakan Paulus, ternyata si pemuda itu hidup dan beberapa orang kemudian mengantar si pemuda itu kembali ke rumahnya.

    Dari dua bacaan ini, kita melihat bagaimana kuasa Allah mampu memulihkan dan membangkitkan orang yang sudah sekarat dan mati. Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh kuasa manusia, mampu dilakukan oleh kuasa Allah. Hal ini menjadi jaminan bagi kita yang percaya kepada Allah. Jika di dalam hidup ini, Allah mampu membangkitkan orang yang telah mati dan mampu memulihkan orang yang sekarat, maka Allah tentu mampu menolong kita di tengah segala pergumulan kehidupan yang sedang kita hadapi. Dengan kuasa-Nya yang tak terbatas, Allah pasti bisa membebaskan kita dari berbagai beban kehidupan yang sedang kita hadapi. 

    Yang kita perlukan adalah sikap untuk percaya pada kuasa Allah dalam kehidupan kita dan kesediaan kita untuk terus mengikuti arahan dan petunjuk-Nya dalam kehidupan kita. Selama kita bersedia untuk mendengarkan Dia dan mengikuti setiap petunjuk-Nya, maka kita akan dibawa-Nya keluar dari berbagai tekanan hidup yang sedang kita hadapi saat ini. Oleh karena itu, dalam berbagai dinamika pergumulan yang sedang kita hadapi saat ini, terus berpaut dan bersandar pada kuasa Allah adalah salah satu hal penting yang perlu untuk kita pertahankan agar kita tetap bisa bertahan dan melewati semua pergumulan kita dengan baik. Sebab, kuasa Allah yang mampu menolong kita. Amin.

Doa Syafaat dan Penutup

Berdoalah agar masyarakat menjadi sadar untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya dengan tetap membuang sampah pada tempatnya.

Nyanyian Penutup

 

KuasaMu dan NamaMulah

(KJ 341:1)

 

KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar

Dan kar’na itu, ya Tuhan, kami takkan gentar.

Bagaikan padi segenggam mestilah mati dipendam,

Supaya tumbuh dan segar, di panas surya memekar

Berbualah. Tuaian pun besar.

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga