“Menanti – Memulihkan – Mengutus”
SAAT TEDUH
PUJIAN PEMBUKA
KJ 370 – ‘Ku Mau Berjalan dengan Jurus’lamatku
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah
berbunga dan berair sejuk. Ya, ke mana juga aku mau
mengikutNya. Sampai aku tiba di neg’ri baka.
Reff:
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan
mengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
juga ‘ku mengikutNya!
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah gelap,
di badai yang menderu. Aku takkan takut di bahaya apa pun,
bila ‘ku dibimbing tangan Tuhanku.
PEMBACAAN KITAB MAZMUR 130
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
DOA PEMBUKA DAN FIRMAN
PEMBACAAN ALKITAB
Yeh. 36: 8-15, Luk. 24: 44-53
RENUNGAN
“MENANTI – MEMULIHKAN – MENGUTUS”
Saudara-saudara terkasih,
Setiap orang pernah berada di “kedalaman” hidup—kedalaman kegagalan, kesedihan, atau rasa bersalah. Dalam keadaan itu, kita sering bertanya: Apakah masih ada harapan? Apakah Tuhan masih bekerja?
Mazmur 130 dimulai dari seruan dari tempat yang dalam.
Yehezkiel 36 berbicara tentang tanah yang kembali berbuah setelah masa kehancuran.
Lukas 24 menutup Injil dengan Yesus yang terangkat ke surga, tetapi meninggalkan janji dan berkat.
Dari kedalaman, Tuhan membawa kita kepada pemulihan, dan dari pemulihan Ia mengutus kita dengan sukacita. Hari ini kita merenungkan tiga kata: MENANTI – MEMULIHKAN – MENGUTUS
- MENANTI
Mazmur 130:1–2 berkata: “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN…”
Pemazmur tidak menyangkal dosanya. Ia tidak menutup luka batinnya. Ia berseru dan menanti Tuhan. Ayat 5 berkata: “Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.”
Menanti di sini bukan pasif, tetapi penuh iman.
Seperti penjaga menanti fajar, demikianlah jiwa menanti terang Tuhan.
Sering kali kita ingin jawaban instan. Namun iman bertumbuh dalam proses menanti. Menanti melatih kepercayaan. Menanti melembutkan hati. Menanti mengajarkan bahwa keselamatan datang dari Tuhan.
- MEMULIHKAN
Dalam Yehezkiel 36:8–11, Tuhan berjanji bahwa gunung-gunung Israel akan kembali berbuah, kota-kota dibangun, dan kehidupan bertambah. Bangsa Israel pernah hancur karena dosa dan pembuangan. Namun Tuhan tidak berhenti pada hukuman—Ia berjanji memulihkan. Pemulihan bukan hanya fisik, tetapi juga relasional. Tuhan mengembalikan martabat umat-Nya.
Mazmur 130:7 berkata: “Sebab pada TUHAN ada kasih setia dan penebusan berlimpah-limpah.”
Tuhan bukan hanya mengampuni; Ia memulihkan. Tuhan bukan hanya mengangkat dari jurang; Ia menanam kembali di tanah yang subur. Pemulihan adalah karya kasih Allah yang setia.
- MENGUTUS
Lukas 24:44–53 menggambarkan Yesus yang membuka pikiran murid-murid agar mengerti Kitab Suci. Ia menegaskan bahwa Mesias harus menderita dan bangkit, dan pertobatan serta pengampunan dosa harus diberitakan kepada segala bangsa. Kemudian Ia memberkati mereka dan terangkat ke surga. Menariknya, para murid tidak pulang dengan kesedihan.
Ayat 52 berkata: “Mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.”
Yesus yang bangkit dan naik ke surga tidak meninggalkan mereka tanpa tujuan. Ia mengutus mereka. Dari kedalaman → pemulihan. Dari pemulihan → pengutusan.
Orang yang telah mengalami pengampunan dan pemulihan tidak tinggal diam; ia diutus menjadi saksi.
Belajarlah MENANTI Tuhan dengan sabar dan percaya. Saat doa belum dijawab, jangan menyerah. Kedalaman bukan akhir cerita. Percayalah bahwa Tuhan MEMULIHKAN hidup yang rusak. Tidak ada kegagalan yang terlalu dalam untuk kasih setia-Nya. Hiduplah sebagai orang yang DIUTUS. Bagikan pengharapan. Jadilah saksi pemulihan Tuhan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.
Saudara-saudara yang terkasih,
Mazmur 130 mengajarkan kita berseru dari kedalaman.
Yehezkiel 36 menunjukkan bahwa Tuhan sanggup memulihkan tanah yang tandus.
Lukas 24 memperlihatkan bahwa pemulihan berakhir dalam pengutusan penuh sukacita.
Mungkin hari ini kita sedang berada dalam fase menanti. Namun percayalah—Tuhan sedang memulihkan. Dan ketika waktunya tiba, Ia akan mengutus kita membawa terang-Nya.
Dari jurang menuju berkat. Dari air mata menuju sukacita. Dari penantian menuju pengutusan.
DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang rajin bersekutu dan berdoa
NYANYIAN PENUTUP
KJ 370 – ‘Ku Mau Berjalan dengan Jurus’lamatku
Bersama Jurus’lamat hatiku teguh dilembah dan bukit yang
perlu kutempuh. Tuhanku membimbing aku pada jalanNya
yang menuju rumah Allah yang baka.
Reff:
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan
mengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
juga ‘ku mengikutNya!

Komentar Anda