Dasar

NYANYIAN PEMBUKA

https://youtu.be/YDbdDsEYWRY?si=w9Nmcbwfll4Y1YLf

 

DOA PEMBUKA

 

BACAAN ALKITAB    Roma 1: 1-7

 

RENUNGAN

Saya adalah penggemar film. Tidak jarang saya pergi ke bioskop sendirian hanya untuk menikmati film yang saya inginkan. Ketika menonton, saya akan menyimak dari awal hingga selesai. Tetapi, suami saya justru sering kali melewatkan bagian awal film. Ketika ruangan bioskop mulai gelap dan film baru mulai, biasanya dia masih sibuk mematikan HP atau membaca pesan singkat sebelum kemudian memasukkan HP ke kantong. Melihat hal itu, saya sering menegurnya. Bagi saya, bagian awal film merupakan hal yang penting dari keseluruhan film.
 
Ketika membaca Alkitab, mungkin kita juga sering melewatkan bagian awal sebuah kitab. Biasanya kita akan langsung ke bagian tengah atau akhir, karena itu yang lebih berisi. Bagian awal biasanya hanya menjelaskan siapa penulis kitab, salam, dan juga hal-hal yang ‘kurang penting’.
 
Namun, saya mau mengajak kita bertobat dari kebiasaan ini. Justru bagian awal sebuah kitab menjadi penting untuk memahami keseluruhan kitab, sama seperti film. Bagian awal kitab Roma ini menegaskan dasar dari pemberitaan Paulus kepada umat di kota itu.
 
Diawali dengan pengenalan Paulus akan dirinya sendiri, yang diharapkan bisa diterima oleh orang lain. Dia adalah hamba yang kemudian menjadi rasul (ay. 1). Pekerjaannya sekarang adalah penginjil. Injil yang dikabarkan adalah sesuatu yang ada sejak dahulu, melalui perantaraan nabi-nabi (ay. 2), mengenai Anak-Nya yang datang dari keturunan Daud. Ini mengingatkan kita akan bagian awal dari injil Matius, yaitu silsilah Yesus. 
 
Paulus kemudian mengisahkan inti dari Injil yang menyelamatkan itu (ay. 4-5). Lalu, disampaikanlah bahwa keselamatan dari injil itu juga diterima oleh orang-orang Kristen di Roma, yang percaya kepada Kristus (ay. 6). Paulus menyampaikan salam dalam nama Allah Bapa dalam Kristus Yesus (ay. 7).
 
Ini sebuah pengantar untuk kitab yang berisi pengajaran dasar iman Kristen kepada orang Kristen di Roma, yang dibaca hingga sekarang. Bagian awal ini menunjukkan dasar iman Kristen, yang akan dijabarkan Paulus dalam beberapa pasal kemudian. Bagian awal ini menjadi pijakkan teologis Paulus tentang iman Kristen, yang diharapkan bisa dipahami juga oleh mereka yang membaca tulisannya.
 
Hari ini pun kita mengawali masa pra-Paskah. Bagian awal ini menjadi penting untuk menjalani 40 hari ke depan, hingga puncaknya adalah saat perayaan Paskah. Di awal masa pra-Paskah ini, kita sudah mengikuti ibadah Rabu Abu. Ibadah yang mengingatkan kita untuk bertobat dan kembali kepada injil.
 
Mengawali perenungan kita di masa pra-Paskah ini, kita diajak untuk kembali ke dasar iman kita. Paulus mengawali tulisannya dengan hal yang mendasar. Begitu juga kita, menjalani masa pra-Paskah ini haruslah kembali ke dasar iman. Aksi puasa atau pantang bukan dilakukan karena ikut-ikutan, tapi menyadari bahwa inilah yang harus dilakukan untuk memurnikan diri. Dasarnya harus jelas, karena itu bagian yang penting agar bisa bertahan hingga akhir.
 
Kembalilah ke dasar iman kita, yaitu keselamatan dari Kristus. Arahkanlah semua pergerakan, keputusan, dan rencana kita kepada Kristus dan karya keselamatannya. Maka kita akan fokus mencari kehendak Tuhan, tidak goyah dan tidak terombang-ambing. Amin.
 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP

  • Kaum muda yang kritis dalam berpikir dan bertindak.
  • Masa pra-Paskah dijalani dengan kesungguhan hati dan berdasarkan iman kepada Kristus.
 
 
NYANYIAN PENUTUP

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga