Sempurna

NYANYIAN PEMBUKA

https://youtu.be/dHaM8I4UHBg?si=8ZjK1mGLdWttY_xA
 

DOA PEMBUKA

 

BACAAN ALKITAB   
Ibrani 8:1-7

 

RENUNGAN

Seorang pemandu acara terkenal selalu mengucapkan kalimat ini saat menutup acara: Ketidaksempurnaan adalah milik saya; kesempurnaan hanya milik Tuhan. Kalimat yang sungguh menunjukkan kerendahan hati di hadapan Sang Pemilik Hidup. Sejatinya memang kita harus mengakui bahwa kesempurnaan itu hanya ada pada Tuhan sendiri.
 
Bacaan kita hari ini pun menunjukkan bahwa sungguh kesempurnaan adalah milik Tuhan sendiri. Yesus menggenapi semua hukum Taurat dan menjadikannya sempurna. Itulah mengapa ada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yang ada di Perjanjian Lama, disempurnakan melalui Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru.
 
Mungkin bagi kita ini agak membingungkan. Karena dalam Mazmur, dikatakan: Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa (Mzm. 19: 7). Kalau sempurna, mengapa ada Perjanjian Baru? Mengapa Kristus Yesus perlu menggenapinya?
 
Penulis kitab Ibrani menjelaskan kepada kita. Dalam tradisi Yahudi, setiap orang yang mau datang beribadah kepada Tuhan perlu ada perantaranya, yaitu imam besar. Imam besar adalah seorang pelayan ibadat, yang melaluinya semua korban dari umat disampaikan kepada Tuhan.
 
Peran sebagai imam itulah yang diambil oleh Yesus. Mengapa? Karena dalam praktiknya, tidak sedikit imam yang juga jatuh dalam dosa, melakukan apa yang tidak berkenan. Bagaimana ia bisa menjadi perantara jika hidupnya tidak berlaku benar? Ini terjadi dalam banyak kisah di Perjanjian Lama. Bagaimana orang-orang Israel beribadah tapi tidak kepada Tuhan karena rajanya menyembah ilah lain. Para pelayan ibadah dipaksa oleh kekuasaan raja untuk memimpin ibadah kepada dewa-dewa asing. Itu yang kemudian membuat Taurat Tuhan tidaklah sempurna.
 
Yesus kemudian datang, menjadi imam besar dan membawa diri-Nya sendiri sebagai penebusan bagi semua orang. Dengan begitu, Taurat Tuhan disempurnakan. Orang tidak perlu perantara lain, cukup Yesus Kristus saja. Melalui Dialah, semua ibadah kita dibawa kepada Tuhan. Itulah sebabnya pusat ibadah Kristen adalah Kristus, bukan yang lain.
 
Dengan demikian, apalagi yang perlu kita khawatirkan? Tidak ada. Ingatlah BPJS: Berharap Pada Jesus Saja. Hanya Yesus yang menjadi pengantara kita kepada Tuhan. Yesus yang telah memberi diri-Nya menjadi kurban yang kudus bagi keselamatan kita. Dia yang telah menyempurnakan apa yang tidak bisa kita lakukan dengan sempurna. Andalkan saja Yesus, Dia adalah Juruselamat dan Imam Besar kita. Amin.
 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP

  • Kaum muda yang mempersiapkan diri sebagai pemimpin sejak dini.
  • Kondisi korban bencana alam (banjir bandang, banjir, longsor).
  • Kesehatan orang-orang terkasih di masa sekarang ini.
 
 
NYANYIAN PENUTUP
 

Komentar Anda

Your Email address will not be published.

Arsip Tata Ibadah Harian Keluarga